Beranda NEWS MOMENT Antisipasi Tumpang Tindih Bantuan Usaha Antar OPD, DPRD Trenggalek Minta Ada Inventarisir

Antisipasi Tumpang Tindih Bantuan Usaha Antar OPD, DPRD Trenggalek Minta Ada Inventarisir

502

TRENGGALEK, bioztv.id – Antisipasi terjadinya tumpang tindih bantuan bagi pelaku usaha dari OPD yang berbeda, Komisi 2 DPRD Trenggalek tekankan adanya inventarisir yang jelas. Pasalnya, saat ini sejumlah OPD memiliki program pembinaan dengan sasaran yang hampir sama, yaitu menyasar masyarakat yang memiliki atau sedang merintis usaha.

Menurut keterangan wakil ketua Komisi 2 DPRD Trenggalek, dari hasil pencermatan Kebijakan umum anggaran (KUA) dan prioritas plafon anggaran sementara (PPAS) Tahun 2022, pihaknya menemukan adanya beberapa program OPD yang hampir sama, artinya sasaran dari program sejumlah OPD itu mirip mirip. Sedikitnya ada 3 OPD yang memiliki program dengan sasaran hampir sama ini, yaitu dinas koperasi usaha mikro dan perdagangan (Komindang), Dinas perindustrian dan tenaga kerja (Perinaker) serta dinas pariwisata dan kebudayaan.

Lebih lanjut Wakil Ketua Komisi 2 DPRD Trenggalek, Imam Basuki menyampaikan, dalam sejumlah programnya, Diskomindag memiliki sasaran pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM), sedangkan dinas Perinaker memiliki sasaran pelaku industri kecil dan menengah (IKM), sementara itu dinas Pariwisata juga menyasar pelaku usaha kecil yang berhubungan dengan seni, budaya dan wisata. Mengingat sasaran ketiga OPD itu hampir sama, pihaknya menekankan agar ada inventarisir yang jelas, sehingga tidak terjadi tumpang tindih dalam pemberian bantuan,

Imam Basuki juga menjelaskan, pada pembahasan KUA PPAS Tahun 2022 ini, pihaknya hanya lakukan pencermatan terhadap program program yang direncanakan masing masing OPD mitra. Dalam pembahasan kali ini, komisi 2 hanya lakukan klarifikasi dan meminta penjelasan OPD terhdap program yang direncanakan. Sehingga bisa diketahui tingkat urgensi dan skala prioritas dari perencanaan tersebut.