Seperti Inilah Ekstrimnya Jalur Alternatif Warga Munjungan Pasca Terisolir Bencana Longsor

oleh
oleh

TRENGGALEK, bioztv.id – Pasca terisolir lantaran jalan utama tertimbun longsor, Perjuangan warga munjungan untuk memenuhi kebutuhannya cukup memprihatinkan, pasalnya untuk bisa keluar dari daerahnya mereka harus melintasi jalur alternative yang sempit, licin, naik turun dan berkelok.

Satu satunya jalur alternative yang saat ini digunakan warga kecamatan munjungan untuk akses transportasi yaitu jalur Munjungan-Dongko. Sementara itu berdasarkan kesepakan warga jalur tersebut terbagi 2 jalur alternatif yaitu jalur keluar dan jalur masuk. Untuk masuk menuju kecamatan munjungan warga melintasi jalur Masaran-Pandean, sedangkan untuk keluar warga melintasi jalur Besuki-Salam Wates. Kedua jalur tersebut kondisinya cukup parah, bahkan untuk bisa keluar wilayah saja warga harus estafet dan dan saling membantu. kondisi jalan yang licin dan menanjak mengakibatkan sejumlah kendaraan tidak kuat menanjak, saat menurun jalannya pun juga cukup licin,  sehingga kendaraan yang melintas harus dibantu warga maupun pengendara lain dengan cara ditarik menggunakan tali.

Menanggapai jalur alternative warga munjungan ini, PLT Kabid Lalu Lintas Dinas Perhubungan Kabupaten Trenggalek, Agus Dwi Karyanto menjelaskan, Sampai saat ini pihaknya telah memasang rambu rambu route jalur alternative menuju kecamatan munjungan, selain itu pihaknya juga akan memasang rambu rambu larangan melintas bagi kendaraan jenis truk, pasalnya jalur tersebut tidak memungkinkan untuk dilintasi kendaraan roda 6 ataupun lebih.

Sebelumnya diketahui bahwa sejak 21 januari lalu jalur utama warga munjungan terimbun material longsor di perbatasan Kampak-Munjungan. tebing setinggi lebih dari 100 meter ambrol dan menutup badan jalan sepanjang 500 meter dengan ketinggian timbunan mencapai 5 meter, Akibatnya warga terisolir dan harus melintasi jalur alternative untuk bisa keluar dari daerahnya.

Views: 1