TRENGGALEK, bioztv.id – Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) mulai mendorong Pemerintah Kabupaten Trenggalek mengubah strategi pengelolaan anggaran. Alih-alih menambah plafon dana operasional, pemerintah daerah memilih memperketat pengeluaran dan mempercepat langkah efisiensi di seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD).
Salah satu langkah taktis yang kini dijalankan pemerintah daerah adalah mengurangi penggunaan kendaraan dinas secara terpisah. Jika beberapa OPD memiliki agenda di lokasi yang sama, pimpinan daerah mewajibkan mereka berangkat bersama menggunakan satu kendaraan. Langkah penghematan ini menjadi pilihan logis untuk menjaga stabilitas keuangan daerah di tengah lonjakan biaya operasional akibat kenaikan harga BBM.
Sekretaris Daerah Kabupaten Trenggalek, Edy Soepriyanto, mengakui fluktuasi harga BBM memberikan tekanan langsung terhadap pos belanja pemerintah daerah, terutama pada sektor kedinasan yang membutuhkan mobilitas tinggi.
“Terkait kenaikan harga BBM ini, kami merasakan dampak langsung terhadap pengelolaan anggaran daerah, khususnya pada pos biaya pengadaan BBM,” ujar Edy Soepriyanto.
Pemkab Pilih Efisiensi Kerja, Bukan Menambah Anggaran
Meski biaya operasional kendaraan dinas terus meningkat, Pemkab Trenggalek memastikan tidak akan menambah alokasi anggaran secara keseluruhan hanya untuk menutupi kenaikan harga BBM.
Sebaliknya, pemerintah daerah memilih mengubah pola kerja dan mengoptimalkan penggunaan kendaraan dinas agar beban APBD tidak semakin membengkak.
“Kami tidak akan menambah total anggaran operasional. Namun, kami tetap memprioritaskan mobilisasi kendaraan dinas yang memberikan pelayanan langsung kepada masyarakat,” tegasnya.
Strategi efisiensi ini menjadi andalan pemkab untuk menjaga kesehatan fiskal daerah tanpa mengurangi kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Pemkab Prioritaskan Layanan Publik
Pemkab Trenggalek tetap menempatkan sektor pelayanan publik sebagai prioritas utama dalam penggunaan BBM.
Pemerintah daerah tetap menyediakan dukungan anggaran yang memadai bagi kendaraan operasional yang menangani kondisi darurat, seperti armada pemadam kebakaran, kendaraan penanggulangan bencana, ambulans layanan kesehatan, dan kendaraan pelayanan masyarakat lainnya.
Edy menegaskan pemerintah daerah tidak ingin kebijakan efisiensi justru menghambat pelayanan yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan warga. Karena itu, tim anggaran lebih fokus melakukan penghematan pada sektor administratif yang tidak membutuhkan mobilitas tinggi.
Pemkab Wajibkan OPD Berbagi Kendaraan Dinas
Pemerintah daerah kini memperketat kebijakan perjalanan dinas antarinstansi. Jika beberapa perangkat daerah memiliki agenda di kota yang sama, mereka tidak lagi diperbolehkan berangkat menggunakan kendaraan dinas secara terpisah.
“Apabila ada agenda kegiatan di Surabaya dan melibatkan lebih dari satu OPD, maka mereka wajib berangkat bersama dalam satu mobil dinas. Langkah ini sangat efektif menghemat konsumsi BBM,” tegas Edy.
Kebijakan berbagi kendaraan dinas ini dinilai mampu menekan penggunaan BBM secara signifikan sekaligus meningkatkan efektivitas pemanfaatan aset kendaraan milik pemerintah daerah.
Pemkab Evaluasi Kebutuhan BBM Setiap OPD
Selain mengatur perjalanan dinas, pemerintah daerah juga mulai menghitung kembali kebutuhan BBM di masing-masing perangkat daerah. Tim anggaran melakukan evaluasi dengan membandingkan data penggunaan BBM pada tahun-tahun sebelumnya untuk menentukan kebutuhan yang lebih realistis pada tahun anggaran mendatang.
“Kami akan menghitung ulang secara detail. Kami membandingkan kebutuhan tahun 2025, penggunaan tahun 2026 yang sedang berjalan, lalu memproyeksikannya untuk tahun 2027. Dari data itu kami akan melakukan penyesuaian anggaran,” jelasnya.
Melalui serangkaian langkah tersebut, Pemkab Trenggalek berharap dapat menekan dampak kenaikan harga BBM terhadap APBD tanpa mengurangi kualitas pelayanan publik. Di sisi lain, Edy juga mengajak seluruh aparatur sipil negara di lingkungan Pemkab Trenggalek untuk membangun budaya kerja yang lebih hemat energi dan lebih bijak dalam menggunakan anggaran negara.(CIA)
Views: 8

















