Soroti Kasus Dugaan Kekerasan di Daycare Jogja, Novita Hardini Desak Perketat Pengawasan

oleh
oleh

TRENGGALEK, bioztv.id Kasus dugaan kekerasan terhadap anak di Little Aresha Daycare Yogyakarta memicu reaksi keras dari berbagai pihak. Anggota DPR RI Komisi VII, Novita Hardini, meminta penegak hukum dan pemerintah menindak tegas segala bentuk kekerasan terhadap anak tanpa kompromi.

Novita menegaskan bahwa kekerasan terhadap anak tidak hanya berbentuk tindakan fisik. Ia juga menyoroti kekerasan verbal maupun perlakuan nonverbal yang dapat merusak kondisi psikologis anak di lingkungan penitipan.

“Kita harus menindak keras apa pun bentuk kekerasan, baik verbal maupun nonverbal yang terjadi di daycare. Tentu kita tidak bisa menoleransi hal tersebut,” ujar Novita.

Novita Desak Pengawasan Daycare Lebih Ketat

Politisi PDI Perjuangan itu meminta pemerintah daerah segera memperketat pengawasan terhadap operasional daycare dan Tempat Penitipan Anak (TPA). Ia juga mendorong pemerintah rutin membina tenaga pengasuh maupun para orang tua.

“Kami meminta pemerintah untuk meningkatkan pengawasan sekaligus membina wali murid, orang tua, hingga pekerja yang bertugas di daycare,” katanya.

Menurut Novita, perlindungan anak merupakan tanggung jawab bersama. Karena itu, pemerintah harus melibatkan banyak pihak untuk menciptakan lingkungan penitipan yang aman dan kondusif bagi anak-anak.

Dorong Anak Berani Melindungi Diri

Selain pengawasan eksternal, Novita juga menyoroti pentingnya membangun keberanian anak sejak dini. Ia ingin anak-anak memiliki rasa percaya diri untuk berbicara jika mengalami perlakuan yang tidak menyenangkan.

Novita menilai olahraga dan pendidikan karakter menjadi sarana penting untuk membentuk mental anak yang kuat.

“Jika kita tidak membiasakan anak-anak berolahraga sejak kecil, mereka tidak akan tahu bagaimana cara bersuara untuk melindungi diri mereka sendiri,” jelasnya.

Tingkatkan Literasi Kekerasan Anak

Novita juga meminta Pemerintah Kabupaten Trenggalek meningkatkan edukasi mengenai bahaya kekerasan terhadap anak dan perempuan. Ia mendorong Dinas Sosial dan instansi terkait aktif menyosialisasikan perlindungan anak kepada masyarakat.

“Saya meminta Pemerintah Kabupaten Trenggalek, melalui Dinas Sosial atau kolaborasi lintas sektor, untuk terus meningkatkan literasi mengenai bahaya kekerasan,” tegasnya.

Ia juga mendukung langkah pemerintah untuk memperketat perizinan operasional daycare sebagai upaya pencegahan dini.

“Tentu, pemerintah juga perlu memperketat perizinan operasional lembaga penitipan anak,” pungkasnya.

Kasus dugaan kekerasan di Yogyakarta kini menjadi perhatian nasional sekaligus pengingat bagi seluruh daerah agar memperketat pengawasan terhadap lembaga penitipan anak demi melindungi hak dan masa depan generasi muda.(CIA)

Views: 3