TRENGGALEK, bioztv.id – Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Trenggalek mulai menemukan penurunan kualitas Penerangan Jalan Umum (PJU) di berbagai wilayah. Banyak lampu jalan mengalami kerusakan karena usia pakai yang sudah melewati batas teknis.
Kepala Bidang Lalu Lintas Dishub Trenggalek, Mahendra, menjelaskan bahwa sebagian besar PJU sebenarnya masih berfungsi normal. Namun, lampu yang telah beroperasi lebih dari lima tahun mulai sering mengalami gangguan, baik di kawasan perkotaan maupun jalur kecamatan.
“Kondisi secara umum sebenarnya masih baik. Namun, karena ini perangkat listrik, tentu muncul beberapa titik kerusakan yang menuntut perawatan rutin,” ujar Mahendra.
Banyak Lampu Padam di Jalur Kampak-Munjungan
Dishub mencatat gangguan PJU muncul di sejumlah titik strategis, termasuk jalur perbatasan Kecamatan Kampak–Munjungan yang memiliki medan pegunungan, serta beberapa ruas jalan di pusat Kota Trenggalek.
Tim teknis Dishub kini terus bergerak memperbaiki lampu padam dan jaringan listrik yang bermasalah.
“Kami baru saja menuntaskan perbaikan di perbatasan Kampak-Munjungan. Di wilayah kota, tim juga sudah menangani beberapa spot lampu yang sebelumnya padam,” jelas Mahendra.
Usia Lampu Jadi Penyebab Utama Kerusakan
Mahendra menyebut mayoritas kerusakan terjadi karena usia perangkat yang sudah terlalu tua. Banyak lampu PJU berasal dari pengadaan lama sehingga masa garansinya telah habis dan komponennya mulai melemah.
“Sebagian besar lampu di kawasan kota merupakan pengadaan lama. Karena umur teknisnya sudah lebih dari lima tahun, kualitas cahayanya menurun atau bahkan mati total,” katanya.
Kondisi tersebut memaksa Dishub rutin mengganti komponen secara parsial agar jalan tetap terang dan aman bagi pengguna jalan.
Siapkan Penggantian PJU pada 2026
Selain melakukan perbaikan rutin, Dishub Trenggalek juga menyiapkan langkah besar pada 2026. Pemerintah berencana mengganti seluruh perangkat PJU di beberapa ruas jalan utama.
Dishub memprioritaskan kawasan timur Rejowinangun dan jalur utara menuju Pasar Subuh untuk program penggantian total tersebut.
“Kami rutin melakukan perbaikan parsial. Namun, pada 2026 nanti, kami berencana mengganti perangkat PJU satu ruas penuh di dua titik prioritas tersebut,” ungkap Mahendra.
Perluas Jaringan PJU ke Wilayah Pegunungan
Dishub tidak hanya fokus merawat jaringan lama. Pemerintah juga berencana memperluas jaringan PJU baru di sejumlah kecamatan seperti Suruh, Tugu, dan Bendungan.
Langkah ini bertujuan meningkatkan keamanan dan kenyamanan pengguna jalan, terutama di wilayah yang selama ini minim penerangan.
Mahendra mengungkapkan total kapasitas daya listrik PJU di Trenggalek saat ini sudah mencapai lebih dari 1.300 kWh. Kebutuhan listrik yang besar muncul karena kondisi geografis Trenggalek didominasi wilayah pegunungan dengan permukiman warga yang tersebar.
“Karena banyak rumah warga yang tersebar di wilayah pegunungan, kami harus memasang jaringan tersendiri di banyak titik. Itulah yang membuat kebutuhan kWh kita cukup besar,” jelasnya.
Melalui perawatan rutin dan penambahan jaringan baru, Dishub berharap kualitas penerangan jalan di Trenggalek tetap terjaga sekaligus mampu menekan risiko kecelakaan lalu lintas dan tindak kriminalitas pada malam hari.(CIA)
Views: 5
















