TRENGGALEK, bioztv.id – Ancaman longsor di jalur nasional Trenggalek–Ponorogo, tepatnya di Kilometer 16 Desa Nglinggis, Kecamatan Tugu, masih menghantui pengguna jalan. Hingga kini, pemerintah belum memastikan waktu penanganan permanen, padahal risiko runtuhan batu raksasa terus mengintai.
Kondisi tebing di sisi jalan sangat labil. Bongkahan batu berukuran besar dapat meluncur ke badan jalan kapan saja, baik saat hujan deras maupun ketika cuaca cerah.
Desak Penanganan Pusat
Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 2.3 Provinsi Jawa Timur, Endy Aktony, menegaskan bahwa pihaknya sudah melaporkan kondisi kritis tersebut kepada pimpinan. Ia juga mengusulkan penanganan darurat sekaligus rencana jangka panjang.
“Kami sudah melaporkan kondisi awal ke pimpinan, termasuk mengusulkan penanganan sementara dan permanen. Saat ini, pemerintah daerah juga bersiap mengirim surat ke pemerintah pusat untuk mendorong percepatan perbaikan,” ujar Endy.
Longsor Bisa Terjadi Tanpa Hujan
Endy mengingatkan para pengendara bahwa karakter longsor di lokasi ini sangat berbahaya karena sulit diprediksi. Tebing di KM 16 dapat runtuh kapan saja, tidak hanya saat hujan.
“Karakteristiknya cukup unik dan berisiko tinggi. Saat hujan bisa longsor, bahkan saat cuaca cerah pun longsor tetap bisa terjadi,” jelasnya.
Kondisi ini membuat jalur tersebut masuk kategori zona merah atau rawan tinggi.
Ingat Kasus Fortuner? Batu 1,5 Meter Nyaris Cabut Nyawa
Risiko ini bukan sekadar isu. Sebelumnya, sebuah mobil Toyota Fortuner milik warga Tulungagung, Eko Priyono, hancur setelah tertimpa batu besar di lokasi yang sama.
Saat itu, batu berdiameter sekitar 1,5 meter meluncur dari tebing dan menghantam bagian depan kendaraan. Meski mobil rusak parah, pengemudi berhasil selamat.
Pengendara Wajib Waspada
Sambil menunggu keputusan pemerintah pusat, petugas di lapangan terus melakukan langkah darurat. Pemerintah daerah juga terus berkoordinasi agar solusi permanen seperti pembangunan dinding penahan segera terealisasi.
“Untuk saat ini, kami hanya melakukan penanganan darurat di lapangan. Semoga segera ada penanganan permanen,” tambah Endy.
Bagi pengendara yang melintasi jalur Trenggalek–Ponorogo, tingkatkan kewaspadaan dan hindari berhenti di bawah tebing curam, terutama di kawasan Desa Nglinggis.(CIA)
Views: 18
















