Angin Kencang Robohkan Tower Telkomsel 42 Meter di Watulimo Trenggalek, Rumah Warga Hancur

oleh
oleh
Angin kencang merobohkan tower telekomunikasi Telkomsel setinggi 42 meter
Angin kencang merobohkan tower telekomunikasi Telkomsel setinggi 42 meter

TRENGGALEK, bioztv.idCuaca ekstrem kembali merusak infrastruktur di Kabupaten Trenggalek. Angin kencang merobohkan tower telekomunikasi Telkomsel setinggi 42 meter dan menghantam rumah warga di Desa Dukuh, Kecamatan Watulimo, Sabtu (24/1/2026) siang. Peristiwa ini memicu kekhawatiran serius terhadap ketahanan infrastruktur vital yang berdiri di tengah permukiman.

Tower raksasa yang berdiri tepat di depan rumah warga tersebut gagal menahan terpaan angin kencang yang melanda kawasan pesisir Watulimo sejak dini hari.

Kronologi: Angin Mengganas Sejak Subuh, Tower Runtuh Siang Hari

Kepala Pelaksana BPBD Trenggalek, Triadi Atmono, menyebut cuaca buruk sudah muncul sejak subuh. Angin kencang menerjang wilayah Watulimo sejak pukul 03.00 WIB dan terus bertiup hingga siang hari.

“Sekitar pukul 12.30 WIB, angin bertiup semakin kuat hingga membuat tower Telkomsel setinggi 42 meter itu kehilangan keseimbangan dan akhirnya roboh,” jelas Triadi.

Tower yang roboh itu menjatuhkan rangka besi tepat ke dapur rumah Iswanto, warga Dusun Krajan, RT 05 RW 02, Desa Dukuh. Benturan keras menghancurkan bangunan dapur beserta perabotan di dalamnya.

Tidak Ada Korban Jiwa, Kerugian Materi Capai Rp10 Juta

Meski tower bermassa besar itu menghantam area rumah yang aktif digunakan, BPBD memastikan peristiwa tersebut tidak menimbulkan korban jiwa maupun luka.

“Syukurlah tidak ada korban. Namun pemilik rumah menanggung kerugian materiil cukup besar akibat rusaknya dapur. Estimasi sementara mencapai Rp10 juta,” terang Triadi.

Cuaca ekstrem pada hari yang sama juga memicu sejumlah kejadian pohon tumbang di beberapa lokasi lain di wilayah Trenggalek.

BPBD dan Warga Bergerak Cepat Tangani Dampak

Usai kejadian, BPBD bersama perangkat desa, TNI-Polri, dan warga langsung bergerak cepat menangani kondisi darurat di lokasi.

“Kami bersama aparat desa dan masyarakat membersihkan puing-puing bangunan dan mengecek sisa struktur tower. Kami juga telah melaporkan kejadian ini ke pimpinan untuk tindak lanjut perbaikan,” imbuh Triadi.

Petugas masih menjaga lokasi hingga sore hari untuk mengantisipasi bahaya kabel terputus maupun struktur tower yang masih berpotensi runtuh.

Musim Pancaroba Jadi Peringatan: Infrastruktur Harus Dievaluasi

Triadi menegaskan bahwa kejadian ini menjadi peringatan serius bagi pengelola infrastruktur strategis, khususnya tower telekomunikasi yang berdiri dekat permukiman warga.

“Kami mengimbau masyarakat tetap waspada karena musim pancaroba rawan bencana. Kami juga mendorong pemilik tower melakukan evaluasi dan perawatan rutin, terutama di kawasan padat penduduk,” tegasnya.

Robohnya tower Telkomsel di Watulimo kembali membuka diskusi publik mengenai aspek keselamatan penempatan infrastruktur telekomunikasi di dekat rumah warga. BPBD Trenggalek menegaskan komitmennya untuk terus memantau perkembangan cuaca dan memperkuat mitigasi lintas sektor guna menekan risiko bencana serupa di masa mendatang.(CIA)

Views: 83