TRENGGALEK, bioztv.id – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Trenggalek bersiap menggelar Musyawarah Olahraga Kabupaten Luar Biasa (Musorkablub) pada 31 Januari 2026. Agenda ini menjadi momentum penting untuk meregenerasi kepemimpinan KONI Trenggalek setelah Nurhadi resmi mundur dari jabatan Ketua Umum.
Wakil Ketua KONI Trenggalek, Adit Suparno, menyampaikan bahwa KONI akan membuka pendaftaran calon Ketua Umum mulai 5 Januari 2026. Panitia merancang seluruh tahapan Musorkablub secara terbuka agar memberi ruang luas bagi figur-figur baru di dunia olahraga Trenggalek.
“Musorkablub akan kami laksanakan pada 31 Januari 2026. Kami membuka pendaftaran mulai 5 Januari dan memberi kesempatan kepada siapa pun untuk mendaftar,” ujar Adit.
Syarat Calon Ketua Terbuka dan Inklusif
Adit menegaskan, KONI Trenggalek menetapkan syarat pencalonan yang ringan dan inklusif. Setiap warga yang memiliki KTP Trenggalek berhak mencalonkan diri, selama memperoleh rekomendasi minimal satu cabang olahraga (cabor) yang berada di bawah naungan KONI.
“Kami membuka aturan selebar-lebarnya. Namun kami berharap calon ketua benar-benar memiliki waktu dan komitmen penuh untuk memajukan olahraga,” tegasnya.
Dalam waktu dekat, tim validasi KONI Trenggalek akan berkoordinasi langsung dengan seluruh pengurus cabor untuk menyosialisasikan teknis Musorkablub, termasuk tata tertib pencalonan dan mekanisme pemilihan.
Dua Nama Mulai Mengemuka
Meski pendaftaran belum dibuka secara resmi, Adit mengungkapkan bahwa sejumlah pihak sudah mulai mendorong dua figur untuk maju sebagai calon ketua. Namun, ia masih enggan menyebutkan identitas keduanya.
“Informasinya sudah ada dua nama yang siap maju. Keduanya bukan sosok asing di dunia olahraga Trenggalek,” ungkapnya.
Ketua terpilih nantinya akan melanjutkan sisa masa kepengurusan hingga Maret 2028, sehingga KONI berharap pemimpin baru tersebut dapat langsung bekerja tanpa masa adaptasi panjang.
Mekanisme Pemilihan Masih Fleksibel
Terkait mekanisme pemilihan, Adit menyebut KONI tetap mengedepankan voting sesuai aturan organisasi untuk menjamin prinsip demokrasi dan kerahasiaan suara. Namun, peluang munculnya calon tunggal masih terbuka, bergantung pada dinamika Musorkablub.
“Voting tetap menjadi mekanisme utama. Tetapi apakah nanti berujung voting atau hanya satu calon, semuanya tergantung dinamika forum,” jelasnya.
Prestasi Menurun, Ketua Baru Dituntut Bergerak Cepat
KONI Trenggalek menggelar Musorkablub di tengah penurunan prestasi olahraga daerah. Adit menilai kondisi ini muncul akibat berbagai faktor, mulai dari regenerasi atlet hingga keberlanjutan pembinaan.
“Beberapa atlet peraih emas dan perak sudah terkendala usia. Ada juga yang melanjutkan kuliah di luar daerah dan memilih berhenti sebagai atlet,” paparnya.
Karena itu, KONI berharap ketua umum terpilih mampu bergerak cepat, melakukan konsolidasi internal, memperkuat pembinaan atlet, serta membangun sinergi yang solid dengan cabang olahraga dan pemerintah daerah.
“Siapapun yang terpilih harus langsung tancap gas agar prestasi olahraga Trenggalek bisa kembali naik,” pungkas Adit.(CIA)
Views: 81
















