TRENGGALEK, bioztv.id – Pemerintah Kabupaten Trenggalek berada di bawah pengawasan ketat Pemerintah Provinsi Jawa Timur terkait struktur APBD. Berdasarkan evaluasi terbaru, Pemkab Trenggalek harus memangkas porsi belanja pegawai yang masih mencapai 42 persen atau setara Rp977 miliar.
Angka tersebut melampaui batas ideal, mengingat Pemerintah Pusat menetapkan target maksimal belanja pegawai sebesar 30 persen pada 2027.
Pemkab Bergerak Cepat Menindaklanjuti Evaluasi Gubernur
Sekretaris Daerah (Sekda) Trenggalek, Edy Soepriyanto, menyatakan bahwa Pemkab langsung menindaklanjuti evaluasi Gubernur Jawa Timur setebal 143 halaman. Melalui rapat kerja Badan Anggaran (Banggar) DPRD bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD), Pemkab mulai menyiapkan langkah-langkah penyesuaian.
“Aturannya sudah jelas. Tahun 2027 belanja pegawai maksimal 30 persen. Saat ini kita masih di 42 persen, sehingga kita harus menyiapkan langkah konkret dan konsisten untuk menurunkannya,” ujar Edy.
Strategi ‘Rem Fiskal’: Tekan Belanja Rutin
Untuk menurunkan porsi belanja pegawai, Pemkab Trenggalek menerapkan strategi ‘rem fiskal’ pada sejumlah pos belanja rutin, antara lain:
- Pemkab memperketat rekrutmen ASN, dengan menyesuaikan kebutuhan riil dan memperhitungkan pegawai yang memasuki masa pensiun.
- Pemkab mendorong peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) agar persentase belanja pegawai terhadap total APBD mengecil secara bertahap.
- Pemkab menyesuaikan Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) sebagai langkah efisiensi belanja.
“Dari penyesuaian TPP saja, kami berhasil menghemat anggaran sekitar Rp32 miliar,” ungkap Edy.
Dana Efisiensi Dialihkan untuk Kepentingan Publik
Edy menegaskan bahwa Pemkab tidak memangkas belanja pegawai untuk melemahkan kesejahteraan ASN, melainkan menyehatkan postur APBD. Pemkab mengalihkan dana hasil efisiensi sebesar Rp32 miliar untuk program-program pembangunan yang langsung menyentuh kebutuhan masyarakat.
Di tengah pengetatan anggaran, Sekda mengingatkan ASN agar tetap menjaga kualitas pelayanan publik.
“Kami mengajak seluruh ASN untuk fokus melayani masyarakat. Seperti pesan Bapak Bupati, mari kita tidak hanya menuntut hak, tetapi juga mengutamakan tanggung jawab kepada publik,” pungkasnya.
Dengan langkah tegas ini, Pemkab Trenggalek menargetkan struktur keuangan daerah yang lebih seimbang, sehingga belanja rutin dan belanja pembangunan dapat berjalan proporsional demi kepentingan masyarakat luas.(CIA)
Views: 121
















