Hujan Deras Hancurkan Tiga Jembatan di Trenggalek dalam Semalam

oleh
oleh

TRENGGALEK, bioztv.id – Hujan deras yang mengguyur wilayah Trenggalek sejak Rabu (4/6/2025) malam telah menghancurkan tiga jembatan di tiga kecamatan berbeda. Dua jembatan putus total, sementara satu lainnya ambles hingga tidak bisa dilalui kendaraan.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Trenggalek, Triadi Atmono, menjelaskan, insiden ini terjadi akibat curah hujan tinggi yang berlangsung sejak pukul 19.00 WIB hingga dini hari. Debit air sungai yang terus naik dan arus yang deras membuat pondasi jembatan tidak mampu menahan tekanan.

“Dalam waktu semalam, tiga jembatan rusak akibat banjir. Dua putus total, satu ambles.  BPBD bersama Dinas terkait, dan aparat setempat juga langsung turun ke lokasi untuk melakukan penanganan darurat,” terang Triadi Atmono, Kamis (5/6/2025).

Jembatan Putus di Munjungan

Peristiwa pertama terjadi di Dusun Jajar, Desa Bangun, Kecamatan Munjungan. Hujan deras sejak malam menyebabkan jembatan penghubung antardusun ambruk sekitar pukul 22.00 WIB. Jembatan ini merupakan akses penting bagi warga setempat untuk aktivitas harian.

“Pagi tadi kami bersama OPD terkait telah meninjau langsung lokasi jembatan yang putus. Kondisinya rusak total, tidak bisa dilewati kendaraan maupun pejalan kaki,” tambah Triadi.

Jembatan Ambles di Watulimo

Tak berselang lama, sekitar pukul 01.00 WIB, jembatan penghubung antara RT 15 dan RT 16 Dusun Kojor, Desa Gemaharjo, Kecamatan Watulimo, juga ambles. Jembatan sepanjang 25 meter dengan lebar 3 meter ini ambrol akibat tanah di bawahnya tergerus air sungai.

TRC BPBD, TNI, Polri, perangkat desa, dan warga segera melakukan penanganan cepat. Mereka memasang rambu peringatan di lokasi dan menutup akses sementara bagi kendaraan roda dua maupun roda empat.

Jembatan Putus di Karangan

Kejadian serupa terjadi di Dusun Ngegong, Desa Jatiprahu, Kecamatan Karangan. Hujan yang tak kunjung reda sejak malam membuat jembatan selebar 3,5 meter dan panjang 15 meter putus pada pukul 07.30 WIB. Pondasi jembatan tidak mampu menahan derasnya arus Sungai Ngegong yang meluap.

“Semua akses kendaraan tidak bisa lewat. Petugas sudah pasang tanda bahaya dan koordinasi dengan perangkat desa setempat,” jelas Triadi.

BPBD Imbau Warga Tetap Waspada

Triadi mengimbau warga di sekitar bantaran sungai dan wilayah rawan longsor untuk lebih waspada, mengingat potensi hujan dengan intensitas tinggi masih bisa terjadi dalam beberapa hari ke depan. Saat ini, BPBD bersama dinas terkait tengah menyusun rencana pembangunan jembatan darurat agar akses warga bisa segera kembali normal.

“Kami minta masyarakat tetap waspada. Apabila melihat kondisi jembatan atau sungai mulai membahayakan, segera laporkan ke petugas terdekat,” tegasnya.(CIA)

Views: 68