Ambrol Tergerus Banjir, Rumah Warga Panggul Trenggalek Hanyut

oleh
oleh

TRENGGALEK, bioztv.id – Banjir melanda kawasan permukiman warga di Desa Panggul, Kecamatan Panggul, Trenggalek, pada Selasa sore,(2/1). Kejadian tersebut mengakibatkan tanggul di pinggir sungai ambrol, dan sejumlah rumah warga nyaris hanyut terbawa arus. Hujan deras yang mengguyur daerah ini memicu meluapnya aliran Sungai DAS Brantas yang bertemu dengan tiga aliran sungai lainnya di kawasan tersebut.

Kepala Dusun (Kasun) Bangkalan, Imam Mawardi, mengungkapkan bahwa kejadian ini berlangsung sejak pukul 17.00 WIB hingga malam hari. Curah hujan tinggi membuat arus sungai meluap. Akibatnya, terjadi penggerusan tanah yang merusak tanggul pinggir sungai serta rumah warga di RT 6. Akibat kejadian ini bangunan rumah milik Abu Sofyan Hanyut pada bagian belakang.

“Meskipun hujan di sini tidak terlalu deras, kemungkinan besar aliran air dari wilayah hulu sangat besar sehingga memperparah kondisi,” jelas Imam.

Imam juga menyebutkan bahwa gerusan tanah di kawasan tersebut bukan pertama kali terjadi. Pemerintah desa sebelumnya telah berupaya memasang bronjong untuk memperkuat tanggul, tetapi upaya itu gagal menahan derasnya arus sungai.

“Karena lokasi ini merupakan tikungan tempat bertemunya beberapa aliran sungai, derasnya arus sungai tetap menggerus pondasi bronjong hingga akhirnya ambrol lagi,” tambahnya.

Tanggul yang ambrol berdampak langsung pada sekitar 10 rumah warga di RT 5 dan RT 6, dengan jumlah jiwa terdampak mencapai sekitar 30 orang.

“Rumah-rumah tersebut berada sangat dekat dengan sungai. Jika gerusan sungai tidak segera ditangani, dikhawatirkan dampaknya semakin meluas dan warga terdampak bertambah banyak,” ujar Imam.

Sebagai langkah darurat, warga sekitar bergotong royong melakukan kerja bakti untuk mengamankan daerah terdampak. Gotong royong ini dilakukan untuk mencegah gerusan sungai meluas.

“Kami menanam pohon bambu di pinggir sungai sebagai penahan alami. Namun, upaya ini sifatnya hanya sementara,” kata Imam.

Hingga saat ini, warga yang terdampak masih bertahan di rumah masing-masing dan belum ada yang dievakuasi. Imam berharap pemerintah segera turun tangan memberikan solusi yang lebih permanen untuk mengatasi masalah ini.

“Jika tidak segera ditangani, warga akan terus hidup dalam ancaman banjir setiap kali musim hujan tiba,” tutupnya.(CIA)

Views: 2