Tali Pusar Sempat bau, Kondisi Bayi Yang Ditemukan di Perkebunan Warga Ngrayung Terus Membaik

oleh
oleh

TRENGGALEK – Perkembangan terbaru mengenai bayi perempuan yang ditemukan warga di kawasan perkebunan Desa Ngrayung, Kecamatan Gandusari, membawa sedikit kelegaan. Bayi malang tersebut kini sudah mulai pulih setelah mendapatkan perawatan intensif di RSUD dr. Soedomo Trenggalek.

Kepala Ruang Matahari RSUD dr. Soedomo, Rina Minarsih, mengungkapkan bahwa kondisi bayi secara keseluruhan membaik, meskipun saat pertama kali ditemukan kondisinya memprihatinkan.

“Awalnya Bayi tersebut ditemukan dengan tali pusar yang masih utuh dan sudah mengeluarkan bau tidak sedap karena terpapar selama semalaman di kebun,” ujar Rina.

Setelah mendapatkan penanganan medis, Bayi tersbeut langsung diberikan antibiotik untuk mencegah infeksi pada tali pusar. Perkembangannya, saat ini sudah memasuki hari kedua pemberian antibiotik, dan akan dilanjutkan hingga tiga hari.

“Kondisi minumnya bayi juga sudah normal, tidak ada muntah, dan tidak menunjukkan alergi,” jelas Rina Minarsih.

Selain itu, berat badan bayi yang awalnya 3,3 kilogram saat ditemukan oleh Puskesmas kini tercatat stabil di angka 3,2 kilogram setelah mendapatkan perawatan medis. Bayi juga sudah bisa menyusu dengan baik dan terus dipantau secara ketat oleh tim medis.

“Informasi awal dari Puskesmas Gandusari beratnya memnag 3,3 Kg, namun saat sampai di RSUD Dr.Soedomo dan ditimbang beratnya 2,3 Kg, dan masih stabil hingga saat ini,” jelas Rina.

Penemuan Bayi Gegerkan Warga

Penemuan bayi ini sebelumnya sempat menggemparkan warga Desa Ngrayung pada Minggu pagi (15/12). Bayi tersebut ditemukan oleh Sumiran, seorang warga setempat, di sebuah kardus yang ditutupi karung di area perkebunan dekat sumur. Bayi tersebut ditemukan bersama plasentanya yang masih utuh, setelah warga mendengar suara tangisan sejak Sabtu sore.

“Warga awalnya mengira itu suara bayi jadi-jadian. Tetapi saat suara itu terdengar lagi malam harinya, warga mulai penasaran,” ujar Kepala Desa Ngrayung, Adi Santoso.

Adi menambahkan, penemuan bayi ini terjadi setelah salah seorang warga memberanikan diri mendekati sumber suara pada Minggu pagi.

“Setelah dicek, ternyata benar ada bayi di dalam kardus,” tambahnya.

Misteri Sosok Mencurigakan

Penemuan bayi ini menimbulkan teka-teki baru. Warga Desa Ngrayung sempat melihat seorang pria tak dikenal berkeliaran di sekitar lokasi pada Sabtu siang, sehari sebelum bayi ditemukan.

“Pria itu terlihat mondar-mandir dengan sepeda motor, memakai helm dan masker. Warga curiga dia ada kaitannya dengan pembuangan bayi ini,” jelas Adi Santoso.

Saat ini, pihak berwajib tengah melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk mengungkap siapa yang tega meninggalkan bayi tersebut di kebun. Polisi juga mengimbau masyarakat yang memiliki informasi untuk segera melaporkannya.(CIA)

Views: 5