Trenggalek, bioztv.id – Perkembangan penanganan kasus santriwati salah satu pondok di Desa Sugihan, Kecamatan kampak hamil hingga melahirkan, masih berproses. Satreskrim Polres Trenggalek memastikan jika saat ini pihaknya masih melengkapi saksi dan bukti bukti. Tahapan ini dilakukan sejak setelah adanya laporan polisi resmi dari keluarga korban.
Kasus santriwati yang hamil hingga melahirkan bayi di Kecamatan Kampak, Kabupaten Trenggalek ini, tengah menjadi perhatian publik. Pasalnya, diduga pimpinan pondok terlibat dalam kasus ini. Namun, hingga saat ini, pimpinan pondok tersebut belum muncul di hadapan publik dan belum memberikan tanggapan resmi. Kasus ini telah dilaporkan ke Polres Trenggalek, namun sejumalh warga menilai jika penanganannya lamban. Akibatnya, Pada 22 September 2024 kemarin,, massa sempat mendatangi pondok pesantren hingga balai desa Sugihan.
Menanggapi keluhan masyarakat, Kasatreskrim Polres Trenggalek, AKP Zainul Abidin, menegaskan bahwa pihaknya telah menerima laporan resmi dan terus bergerak untuk memproses kasus ini.
“Kami sudah menerima laporan polisi terkait kasus ini. Setelah itu, kami langsung bekerja untuk meminta keterangan para saksi dan mengumpulkan barang bukti yang diperlukan,” ujar AKP Zainul Abidin.
Masyarakat setempat berharap agar aparat kepolisian dapat segera menyelesaikan kasus ini, serta memastikan keadilan ditegakkan tanpa penundaan. Desakan untuk mengamankan pimpinan pondok dan melakukan tes DNA terus bergulir, guna mengungkap kebenaran dan memberi kejelasan bagi para pihak yang terlibat. Sementara itu Kasatreskrim Polres Trenggalek juga menegaskan bahwa pihaknya berusaha secepat mungkin menyelesaikan kasus ini.
“Kami berupaya secepat mungkin agar kasus ini segera naik ke tingkat sidik, yang jelas sudah kami terima laporan polisinya itu,” tegas Abidin.
Seperti diberitakan sebelumnya, ribuan Warga Gruduk Balai Desa Sugihan, Kecamatan Kampak, Trenggalek, Minggu (22/9) hingga tengah malam. Aksi ini merupakan buntut dari kasus santriwati yang hamil hingga melahirkan. Aksi ini menjadi tindak lanjut dari aksi sebelumnya, yakni warga geruduk pondok untuk menuntut pertanggung jawaban dari pemilik pondok. Massa menuntut dipertemukan dengan pimpinan pondok. Namun, lagi-lagi pimpinan pondok tidak hadir.(CIA)
Views: 5
















