TRENGGALEK, bioztv.id – Kondisi kemarau panjang di Kabupaten Trenggalek diklaim tidak berpengaruh banyak terhadap kebutuhan pangan. Pasalnya, sejak zaman dulu, warga Trenggalek sudah terbiasa dengan diversifikasi pangan. Yakni tidak hanya bergantung pada makanan pokok berbahan beras, namun sudah terbiasa konsumsi Nasi tiwul dari singkong.
Mengacu keterangan Bupati Trenggalek, pada musim kemarau kali ini dampak terhadap hasil panen padi di Trenggalek tidak terlalu tinggi. Meski mengalami penurunan, namun diyakini masih dalam kewajaran. Artinya, kebutuhan pangan di Trenggalek dipastikan masih aman. Disisi lain, sejak zaman dulu warga Trenggalek sudah terbiasa dengan diservisikasi pangan. Karena pada zaman dulu pernah mengalami situasi yang lebih buruk terkait kebutuhan pangan.
Lebih lanjut Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin menyampaikan, Meski hasil panen padi sedikit atau banyak, konsumsi beras di Trenggalek tetap terkendali. Karena orang Trenggalek masih suka konsumsi makanan pokok yang berbahan non beras, seperti halnya nasi tiwul yang berbahan dari singkong. Nasi Tiwul dengan lauk ikan laut, menjadi salah satu menu paling enak di Trenggalek.
Arifin juga menambahkan, Untuk meringankan beban warga saat harga beras tinggi seperti saat ini, Pemerintah daerah juga berikan bantuan sosial (Bansos), khususnya bagi mereka yang masuk pada data miskin ekstream. Selain itu, operasi pasar juga tetap dilakukan. Tujuannya, meski harga beras tinggi namun inflasi bisa tetap terkendali.
Views: 15
















