TRENGGALEK, bioztv.id – Buntut bayi meninggal setelah imunisasi, Kakek korban tuding pernyatan Plt Kepala DInas Kesehatan tak sepenuhnya benar. Khususnya terkait penyebab meninggalnya M-A-O-R, bayi 5 bulan setelah imunisasi. Dinkes menduga penyebabnya Co Incident, namun Kakek korban meyakini ada penyebab lain yang harus dibongkar.
Berdasarkan keterangan kakek korban, laporannya terkait dugaan kejanggalan meninggalnya cucunya setelah imunisasi saat ini sudah ada perkembangan. Saat ini proses otopsi sudah dilakukan di Tempat pemakaman umum (TPU) Gunung CIlik, Kelurahan Surodakan, Kabupaten Trenggalek. Namun, menurut kakek korban hingga saat ini belum ada tindak lanjut dari dinas terkait, khususnya Bidan dan Dinas kesehatan Kabupaten Trenggalek.
Lebih lanjut Kakek Korban, Sugeng Prayitno menyampaikan, terkait penyataan Plt. Kepala dinas kesehatan yang menyampaikan penyebab kematian korban diduga akibat Co Incident dinilai tidak sepenuhnya benar. Paslanya, saat imunisasi yang menyuntik cucunya buka bidannya langsung, tapi asisten bidan, atau dokter muda. Selain itu sugeng juga pertanyakan usia imunisasi bayi. Pasalnya, saat itu cucunya baru 5 bulan, sedangkan kebanyakan bayi yang diimunisasi sudah berusia 7 hingga 9 bulan.
Seperti diberitakan sebelumnya, Tindak lanjut penyelidikan bayi meninggal usai imunisasi di Kabupaten Trenggalek, Tim Dokpol Polda Jatim mulai lakukan otopsi terhadap jenazah korban. Terkait hal ini, petugas sudah lakukan pembongkaran makam guna pemeriksaan jenazah maupun pengambilan sampel. Namun, untuk hasil otopsi masih dalam proses
Views: 492
















