TRENGGALEK, bioztv.id – Trenggalek tetapkan status darurat tanggap bencana selama 2 Minggu. Kepala Badan Nasional penanggulangan Bencana (BNPB) tinjau langsung dampak banjir bandang beberapa hari lalu. Untuk percepat penanganan pasca bencana, BNPB juga kucurkan bantuan berupa uang tunai, sembako, dan perahu karet.
Peninjauan kepala BNPB di lokasi terdampak bencana banjir bandang Trenggalek ini dilakukan pada 20 Oktober siang hari. Kepala BNPB tinjau salah satu Pondok Pesantren di pusat kota yang sempat terendam banjir pada 18 Oktober kemarin. Yakni Pondok Pesantren Al Ittihad Darunnajah Kelutan. Disana, juga dilakukan penyaluran bantuan berupa uang tunai, sembako untuk warga, hingga satu unit perahu karet. Pasalnya, saat banjir bandang kemarin, pemkab Trenggalek sempat kesulitan evakuasi warga terdampak karena minimnya jumlah perahu karet yang dimiliki.
Kepala BNPB, Letjen TNI Suharyanto menjelaskan, Untuk membantu operasional penanganan dampak banjir bandang ini, BNPB bantu anggaran sebesar Rp 250 Juta Rupiah hingga logistik yang bisa langsung dimanfaatkan warga terdampak banjir.
Suharyanto juga menambahkan, Setelah status darurat tanggap bencana selesai, nanti akan masuk pada tahap pra rehabilitasi Rekonstruksi, atau masa peralihan. Pada masa ini perlu adanya kerjasama dari semua pihak, baik TNI, POLRI, pemerintah daerah, media, pengusaha dan lainnya. Jika tahapan ini berhasail pihaknya berharap pada Tahun 2023 mendatang tidak ada lagi bencana banjir di Trenggalek. Kalaupun ada banjir, diharapkan tidak seperti yang terjadi pada 18 Oktober kemarin.
Views: 46
















