TRENGGALEK, bioztv.id – Kontroversi dinas pendidikan pemuda dan olahraga (Dikpora) Trenggalek kumpulkan sejumlah penyedia menjelang pengadaan TIK senilai 35 Miliar Rupiah, Kepala DInas Dikpora akui jika mereka diundang. Sementara itu saat dikonfirmasi sebelumnya, Sekdin dan Kabid SD mengaku jika kegiatan itu tidak terencana.
Mengacu keterangan Kepala Dinas DIkpora Trenggalek, kegiatan mengumpulkan sejumlah perusahaan penyedia TIK pada hari minggu itu bukan tanpa alasan. Menurutnya, kegiatan tersebut sebenarnya pelaksanaannya direncanakan hari kamis kemarin, karena ada kesibukan kemudian direncanakan lagi hari Jum’at. Karena pada hari itu juga ada kesibukan, kemudian ditunda pada hari Sabtu, tapi dihari itu juga ada kesibukan lagi. Akhirnya pihak DIkpora mengundang para penyedia pada hari minggu agar sama sama ada waktu.
Lebih lanjut Kepala DInas Dikpora Trenggalek, Totok Rudijanto menyampaikan, Tujuan mengumpulkan para penyedia itu tak lain untuk menngetahui sejauh mana kesiapan mereka terkait petunjuk tekhnis yang aharus dipenuhi. Selain itu juga untuk mengetahui kesiapan mereka terkait stok barang. Pasalnya, jumlah TIK yang dibutuhkan cukup banyak. Barang yang mereka tawarkan juga harus dipastikan bisa berfungsi dan bisa dimanfaatkan dengan baik. Terutama menjelang proses asesmen nasional tahun 2022.
Totok juga menjelaskan, proses pengadan TIK yang bersumber dari DAK Tahun 2022 ini tidak dilakukan secara lelang, tapi dilakukan melalui E-Katalog. Saat ini sudah ada 4 Perusahaan luar kota yang yang sudah lakukan presentasi. Dari 4 perusahaan itu sudah ada 3 merk yang ditawarkan, yaitu, Acer, Axio dan Zyrex. Jika nanti masih ada perusahaan lain yang ingin ikut proses ini, pihaknya juga akan memberikan. kesempatan presentasi terhadap mereka. Dari seluruh perusahaan itu nantinya akan dipilih satu sebagai penyedia TIK untuk 280 sekolah tingkat dasar (SD) di Kabupaten Trenggalek.
Views: 124
















