TRENGGALEK, bioztv.id – Lagi lagi sekretaris daerah (Sekda) Trenggalek mangkir dari kegiatan hearing bareng kelompok masyarakat di kantor DPRD. Dalam hearing ini, sejumlah kelompok masyarakat pertanyakan terkait rencana Pemerintah daerah ajukan pinjaman ke PT.SMI. Namun hingga agenda yang ke-6 ini sekda terus terusan mangkir.
Hearing aktivis yang tergabung dalam “Paguyuban Masyarakat Trengggalek” di Kantor DPRD ini kembali dilakukan pada 19 Agustus 2021. Hearing yang ke-6 ini baru bsia terlaksana setelah menunggu lebih dari 2 bulan dari pengajuan. Meski sudah diagendakan cukup lama, namun lagi lagi Sekda Trenggalek yang menjabat sebagai ketua TAPD justru tidak mau menemui para aktivis. Sementara itu para aktivis hanya menginginkan penjelasan langsung dari Sekda.
Menanggapi hal ini, Ketua Tim Koordinator “Paguyuban Masyarakat Trengggalek”, Imam Bahruddin menyampaikan, karena sekda kembali tidak hadir, akhirnya hearing kali ini ditunda. Pasalnya, para aktivis tidak mau debat kusir dengan para anggota TAPD, karena mereka tidak bisa memberikan kesimpulan dari aspirasi yang disampaikan aktivis. Mereka hanya akan menyampaikan aspirasi ke ketua TAPD.
Imam Bahrudin juga menambahkan, Rencana pinjaman daerah ke PT.Smi itu dinilai akan berdampak memberatkan APBD Trenggalek pada tahun tahun yang akan datang. Terlebih saat ini nominal pendapatan asli daerah (PAD) juga mengalami penurunan, jika pemerintah justru mencari dana talangan dengan lakukan pinjaman daerah maka proses pengembaliannya dinilai justru akan memberetkan APBD.
Views: 6
















