Minat Baca Warga Trenggalek Naik, Tapi Indeks Literasi Kembang Kempis Hingga Anjlok

oleh
oleh

TRENGGALEK, bioztv.id – Tingkat kegemaran membaca masyarakat Trenggalek terus meningkat dalam tiga tahun terakhir. Namun, indeks literasi justru naik turun, bahkan merosot pada 2024.

Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Trenggalek, Catur Budi Prasetyo, menjelaskan bahwa indeks kegemaran membaca naik stabil dari 66,8 ke 66,9 hingga terakhir mencapai 74. Sebaliknya, indeks literasi tidak menunjukkan grafik konsisten.

“Pada 2022 ke 2023 indeks literasi meningkat, tapi dari 2023 ke 2024 justru turun,” ujar Catur.

Catur menegaskan, penurunan indeks literasi bukan karena masyarakat makin malas membaca, melainkan karena Perpusnas mengubah indikator penilaian.

“Kami di daerah hanya mengumpulkan data, sementara pusat yang menentukan metodologi penelitian,” jelasnya.

Pemkab Trenggalek menyadari keterbatasan dalam mengelola perpustakaan, sehingga mereka mengandalkan strategi kolaborasi.

“Kami melibatkan sekolah, baik SD maupun SMP, serta pemerintah desa untuk ikut membangun perpustakaan. Dengan begitu, masyarakat bisa lebih mudah mengakses bacaan,” ungkap Catur.

Selain itu, Dinas Perpustakaan gencar mendorong transformasi digital dengan mengenalkan aplikasi pustaka elektronik. Langkah ini mereka anggap penting agar generasi muda yang akrab dengan teknologi tidak hanya bergantung pada buku fisik.

“Kami arahkan masyarakat untuk jadi anggota perpustakaan kabupaten, provinsi, sekaligus nasional,” jelasnya.

Saat ini, perpustakaan kabupaten memiliki sekitar 1.000 e-book dan 30 ribu buku manual. Perpustakaan provinsi menyediakan lebih dari 50 ribu judul, sedangkan Perpusnas menyajikan jutaan judul buku.

“Artinya, masyarakat tidak akan kekurangan bahan bacaan,” tambahnya.

Data kunjungan fisik juga menunjukkan tren positif. Pada 2022 jumlah pengunjung mencapai 21 ribu, naik menjadi 27.074 pada 2023, lalu melonjak drastis menjadi 49.772 pada 2024.

“Kalau tingkat kunjungan alhamdulillah terus meningkat,” ungkap Catur.

Mayoritas pengunjung mencari buku pengetahuan yang tidak tersedia di sekolah. Karena itu, Dinas Perpustakaan memfasilitasi peminjaman buku ke sekolah-sekolah untuk mendukung kurikulum.

“Kami sedang merintis pengadaan bahan pustaka di tingkat sekolah. Sambil menunggu, kami fasilitasi peminjaman buku,” tandasnya.

Meski kunjungan dan kegemaran membaca terus naik, fluktuasi indeks literasi masih menjadi pekerjaan rumah besar bagi Pemkab Trenggalek. Literasi tidak cukup hanya dengan membaca, tetapi juga mencakup kemampuan menganalisis, memahami, dan mengaitkan bacaan dengan kehidupan sehari-hari.(CIA)

Views: 41