Kesaksian Warga Bongkar Kronologi Brutal Pembacokan Kades di Trenggalek & Pembakaran Mobil

oleh
oleh

TRENGGALEK, bioztv.id – Aksi brutal seorang pria bernama Sutarmin alias Ketro (45) mengejutkan warga Desa Wonokerto, Kecamatan Suruh, Trenggalek. Ketro membacok kambing milik saudaranya sendiri hingga menyerang Kepala Desa Wonokerto, Eko Wardono, lalu membakar mobil sang kades. Peristiwa ini membuka tabir konflik warisan yang lama terpendam di desa tersebut.

Ketua RT 24 Desa Wonokerto, Sutaji, menyaksikan langsung kejadian itu. Ia menuturkan, keributan bermula ketika Ketro membacok kambing milik Juwari, saudaranya. Warga kemudian melapor kepadanya.

“Awalnya warga datang mengadu kalau kambing milik Pak Juwari dibacok pelaku. Saya langsung ke lokasi, lalu menghubungi perangkat desa hingga akhirnya Pak Kepala Desa juga datang,” ujar Sutaji, Senin (18/8/2025).

Situasi berubah mencekam ketika Ketro keluar rumah sambil membawa sabit. Ia menyerang warga yang berada di lokasi, termasuk kepala desa.

“Pak Kepala Desa sempat kena sabetan, tapi tidak mempan karena beliau pakai jaket. Kami semua lari menyelamatkan diri,” jelas Sutaji.

Tidak puas, Ketro melanjutkan amukannya. Ia mengambil linggis besi, menghancurkan mobil Daihatsu Ayla bernopol D 1263 YBN milik Kades Eko Wardono, lalu membakarnya dengan daun kelapa kering. Setelah itu, Ketro kabur ke hutan dan hingga kini polisi masih memburunya.

Kapolsek Suruh, AKP Sanusi, membenarkan insiden itu. Ia menjelaskan, Ketro merupakan Orang dengan Gangguan Jiwa (ODGJ). Namun, amukannya diduga kuat dipicu konflik lama terkait sengketa tanah warisan.

“Pak Juwari dan Ketro ini sebenarnya masih saudara. Mereka berebut lahan warisan yang tidak ada titik temu. Ketro menanami lahan itu dengan ramban atau pakan ternak, tapi oleh Juwari diambil. Dari situ Ketro melampiaskannya dengan membacok kambing,” terang Sanusi.

Sanusi menegaskan, meski disebut ODGJ, warga sehari-hari mengenal Ketro cukup normal. Ia bekerja sebagai petani dan tinggal bersama ibunya dengan kondisi ekonomi terbatas.

“Dulu dia sempat kerja ke Malaysia, tapi sejak muncul gejala sakit, dia tidak bisa berangkat lagi. Pelaku juga pernah berobat, diberi obat dari puskesmas, tapi tidak diminum,” tandas Sanusi. (CIA)

Views: 175