TRENGGALEK, bioztv.id – Dorong perkembangan desa wisata di daerahnya, Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin pacu pemanfaatan lahan rusak menjadi tempat wisata. Jika dikelola dengan baik, lahan yang rusak justru bisa bernilai ekonomi. Contohnya, pemanfaatan lahan eks-tambang di desa sukorejo yang kini menjadi destinasi agroforetry.
Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin mengatakan, memanfaatkan lahan rusak atau bekas tambang menjadi lahan yang bermanfaat dan bernilai ekonomi bagi masyarakat tantangan utamanya sebenarnya tidak banyak, tapi butiuh perjuangan.
“Kesulitan mengubah lahan eks tambang atau lahan rusak menjadi tempat wisata itu cuman kita butuh waktu untuk meyakinkan masyarakat saja,” kata Arifin.
Meskipun begitu, Arifin optimis bahwa hal ini bisa dilakukan. Ia mencontohkan keberhasilan Desa Sukorejo, Kecamatan Gandusari, yang telah mengubah lahan eks tambang batu andesit menjadi tempat wisata Tebing Kepuh dan lahan eks tambang tanah menjadi embung wisata agroforestri.
“Aksi Warga ini mungkin sudah berjalan sekitar 2 tahunan. Sekarang pengelolaan lahan rusak tersebut sudah mulai kelihatan ada bentuknya. Nah, semoga setelah ada bentuknya kelihatan ada hasilnya,” ujar Arifin.
Arifin menjelaskan bahwa kunci untuk mengubah lahan rusak menjadi tempat wisata adalah meyakinkan masyarakat bahwa lahan yang dianggap tidak berguna masih bisa menghasilkan rezeki.
“Merubah bekas tambang menjadi tempat wisata itu sulitnya hanya meyakinkan masyarakat bahwa hal yang dianggap kita sudah enggak berguna, sisa-sisa itu ternyata masih bisa jadi Rezeki. itu aja,” kata Arifin.
Untuk itu, Arifin menekankan pentingnya edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat tentang potensi ekonomi dari lahan bekas tambang.
“Kita harus memberikan edukasi dan contoh nyata kepada masyarakat bahwa lahan bekas tambang bisa diubah menjadi tempat wisata yang menarik dan mendatangkan banyak pengunjung,” ujar Arifin.
Selain edukasi dan sosialisasi, Arifin juga mengatakan bahwa penting untuk menghadirkan atraksi dan festival di tempat wisata yang dibangun di atas lahan bekas tambang.
“Atraksi dan festival ini akan membuat tempat wisata menjadi lebih menarik dan ramai pengunjung,” kata Arifin.
Arifin mencontohkan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) yang selalu diadakan di tempat-tempat wisata di Trenggalek.
“Ini untuk meyakinkan masyarakat agar tetap bertahan untuk bisa beraktifitas di kawasan wisata yang selama ini sudah dibentuk,” ujar Arifin.
Arifin berharap bahwa dengan edukasi, sosialisasi, atraksi, dan festival, masyarakat akan semakin yakin bahwa lahan bekas tambang bisa diubah menjadi tempat wisata yang bermanfaat dan bernilai ekonomi.
“Semoga dengan kerja sama semua pihak, kita bisa mengubah lahan bekas tambang menjadi tempat wisata yang indah, menarik, dan mendatangkan banyak pengunjung, sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” Pungkas Arifin.(CIA)
Views: 20

















