TRENGGALEK, bioztv.id – Rencana penanganan kemiskinan ekstream dinas pertanian dan pangan Trenggalek dikritisi komisi 2. Rencana itu berupa pelatihan dan pemberian bantuan tanaman ubi jalar dalam polibag besar. Sementara itu dukungan anggarannya sangat kecil. Sehingga hanya sebagian kecil saja warga miskin yang akan terdampak.
Mengacu hasil rapat kerja Komisi 2 DPRD Trenggalek dengan Dinas pertanian dan pangan, diketahui jika salah satu program untuk mendukung penanganan kemiskinan ekstream adalah bantuan bibit dan pelatihan penanaman. Yakni penanaman ubi jalar dalam polibag besar, pasalnya, warga yang masuk miskin ekstream diproyeksikan tidak memiliki lahan pertanian yang memadai, sehingga akan diberikan pengetahuan agar bisa menanam dipolibag yang besar.
Ketua Komisi 2 DPRD Trenggalek, Mugianto menyampaikan, rencana pemberian bantuan dari dinas pertanian itu perlu supporting anggaran yang cukup. Karena jumlag warga miskin ekstream di Trenggalek saat ini ada sekitar 4 ribu KK. Jika anggarannya hanya sekitar 200 Jutaan saja, maka tidak akan mampu menuntaskan problem kemiskinan ekstream di Trenggalek.
Mugianto juga menambahkan, Sesuai target nasional, Pada tahun 2024 mendatang, angka kemiskinan ekstream adalah Nol. Artinya penanganannya harus dimaksimalkan, salah satunya dengen memberikan dukungan anggaran yang mencukupi. Jika tidak didukung anggaran yang cukup, pihaknya menilai penanganan kemiskinan ekstream tidak akan berhasil.
Views: 21

















