Wisata Baru Berkonsep Jawa-Bali Di Trenggalek, Ramai Saat Pembukaan Tapi Minim Lahan Parkir

oleh
oleh
Wisata Baru Berkonsep Jawa-Bali Di Trenggalek, Ramai Saat Pembukaan Tapi Minim Lahan Parkir
Wisata Baru Berkonsep Jawa-Bali Di Trenggalek, Ramai Saat Pembukaan Tapi Minim Lahan Parkir

TRENGALEK, bioztv.id – Konsepnya bikin orang penasaran, tempat wisata baru bernuansa Jawa-Bali yang ada di Kecamatan Durenan, Kabupaten Trenggalek, diserbu ribuan pengunjung pada awal pembukaan. Namun, dilokasi ini masih minim lahan Parkir. Sehingga mayoritas mobil pengunjung hanya terparkir dipinggir jalan sekitar lokasi.

Inilah Peternakan Hijau Daun (PHD) Edu-Farm yang ada di Desa Malasan, Kecamatan Durenan. Lokasi ini menawarkan konsep wisata yang berbeda di banding sarana wisata lain di sekitarnya. Di lahan seluas sekitar setengah hektare, tempat ini menjadi sarana edukasi dan rekreasi bernuansa Jawa dan Bali. Lokasi ini dilengkapi dengan beberapa bangunan pendopo dan joglo yang mewakili ciri khas bangunan Jawa. Sementara itu ornamen lain, seperti patung, dan pernak-pernik lainnya lekat dengan suasana tradisional Bali.

Yang membuatnya lebih istimewa ditempat ini, bangunan-bangunan kayu khas Jawa ini dikerjakan oleh para pengrajin asal Jepara, Jawa Tengah. Sementara patung patung dikerjakan oleh para perajin asli Pulau Dewata Bali. Beberapa patung ukuran kecil bahkan langsung diangkut dari sana. Hal itu yang membuat nuansa tradisional Jawa-Bali di PHD Edu-Farm terasa berbeda.

Pemilik area wisata PHD Edu-Farm, Tatang Priyo Kuncoro, menyampaikan, pemilihan konsep Jawa-Bali ini bukan tanpa alasan. Konsep Jawa ia pilih karena dirinya asli orang Jawa. Sementara konsep Bali, karena antara Jawa dan Bali seperti saudara dekat. Dengan mengusung konsep tradisional, ia ingin agar orang-orang yang datang ke tempatnya teringat akan jati diri. Tentang budaya dan warisan leluhur yang ia anggap agung.

Tatang juga menambahkan, ia tak menyangka jika tempat wisata edukasi yang ia bikin menarik perhatian banyak orang. Ia juga tak menyagka ribuan orang akan datang di hari pertama pembukaan. Mereka juga tak keberatan mengeluarkan uang Rp 15 ribu bagi orang dewasa dan Rp 10 ribu bagi anak-anak untuk mengobati rasa penasaran akan tempat itu.

Sebelum disulap menjadi sarana edukasi, lokasi tersebut awalnya berupa peternakan kambing dan domba. Ada sekitar 300 kambing dan domba yang diternakkan di sana. Sebagian adalah indukan asal Australia. Mereka menempati 1/5 atau sekitar seribu meter persegi area tersebut. Sisanya dulu ditanami rumput untuk pakan ternak.

Views: 13345