TRENGGALEK, bioztv.id – Harga kedelai dan minyak goreng mahal dan langka, produsen tahu di Kabupaten Trenggaek, Jawa Timur, menjerit. Pasalnya, sejak harga bahan baku mengalami kenaikan, penjualannya mengalami penurunan yang cukup signifikan. Selama beberapa waktu terakhir, usahanya mengalami penurunan sekitar 75%.
Mengacu keterangan salah satu produsen tahu di kecamatan Tugu, Kabupaten Trenggalek, kenaikan harga kedelai sudah terjadi sejak sekitar 4 bulan terakhir. Jika dulau harganya masih Rp 6.500 per kilogram (kg). Sekarang harga sudah naik sekitar Rp 10.500 per kg. Sementara itu jika dulunya harga minyak gorang tidak sampai Rp.10.00,- sekaranag dipasaran harganya sekitar Rp.20.000. Untuk menyiasati produksi agar tidak rugi, produsen tahu memilih mengurangi ukuran tahunya. Sementara itu harga jualnya tetap.
Salah satu pengusaha Tahu di Kecamatan Tugu, Sumarno menyampaikan, akibat naiknya bahan baku ini, usahanya mengalami penyusutan sekitar 75%. Jika dulunya kedelai 1 ton bisa habis diproduksi selama 15 hari. Sekarang menjadi dua bulan baru habis. Kondisi ini juga berpengaruh terhadap kondisi keuangannya.
Sumarno juga menambahkan, Selain menjual tahu mentah, selama ini ia juga memproduksi tahu goreng untuk langsung di jual di pasar-pasar di wilayah Trenggalek dan Ponorogo. Selama ebebrapa waktu terakhir Ia mengaku cukup kesulitan untuk mengakses minyak goreng murah yang disediakan pemerintah. Kalaupun bisa membeli, jumlah yang bisa ia dapat terbatas. Akibatnya ia tetap harus membeli minyak goreng yang ada di pasaran dengan harga yang relatif mahal.
Views: 264
















