Tahun Ini Ditiadakan, Tradisi Berebut Tumpeng Hari Jadi Trenggalek Ke-827 Diganti bagi Bagi Sembako

oleh
oleh
Tradisi berebut tumpeng agung pada momen peringatan hari Jadi Ke-827 Trenggalek ditiadakan, pemerintah ganti tradisi ngalap berkah dengan kegiatan bagi bagi ribuan sembako secara door to door ke masyarakat. Dengan demikian potensi kerumunan pada momen berebut tumpeng tumpeng agung bisa dihindari.
Tradisi berebut tumpeng agung pada momen peringatan hari Jadi Ke-827 Trenggalek ditiadakan, pemerintah ganti tradisi ngalap berkah dengan kegiatan bagi bagi ribuan sembako secara door to door ke masyarakat. Dengan demikian potensi kerumunan pada momen berebut tumpeng tumpeng agung bisa dihindari.

TRENGGALEK, bioztv.id – Tradisi berebut tumpeng agung pada  momen peringatan hari Jadi Ke-827 Trenggalek ditiadakan, pemerintah ganti tradisi ngalap berkah dengan kegiatan bagi bagi ribuan sembako secara door to door ke masyarakat. Dengan demikian potensi kerumunan pada momen berebut tumpeng tumpeng agung bisa dihindari.

Menurut keterangan Bupati Trenggalek, meski peringatan hari jadi Trenggalek Ke-827 ini dilakukan dengan penuh kesederhanaan, bahkan lebih sederhana dari tahun lalu, namun seluruh inti prosesi hari jadi tetap dilakukan. BEberapa kegiatan yang dihindari adalah kegiatan yang berpotensi menimbulkan kerumunan saja. Seperti halnya tradisi berebut tumpeng, tradisi pagelaran pentas seni wayangan, dan sejumlah  kegiatan hiburan lainnya.

Lebih lanjut Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin menjelaskan, Di masa yang sulit ini pihaknya mengajak seluruh ASN di Trenggalek untuk membuat gerakan membantu masyarakat di sekitarnya melalui paket sembako. Paket sembako ini juga sebagai salah satu pengganti tradisi ngalap berkah tumpeng agung yang biasanya digelar didepa Pendopo Manggala Praja Nugraha Trenggalek.

Nur Arifin juga menambahkan, Dari gerakan bagi bagi sembako oleh ASN itu sudah berhasil menyalurkan bantuan 8.600 paket sembako kepada masyarakat yang terdampak Covid-19. Pihaknya juga menyalurkan santunan kepada 167 anak yatim dan piatu yang orang tuanya meninggal dunia akibat terpapar Virus Corona. Banyaknya masyarakat yang meninggal dunia akibat covid-19,  membuat jumlah anak yatim,  maupun piatu semakin bertambah. Sampai akhir Agustus 2021 tercatat ada 167 anak.

Views: 0