Longsor Hampir 300 Meter, Warga Munjungan Terpaksa Melintasi Jalur Ekstrim

oleh
oleh

TRENGGALEK, bioztv.id – Semenjak akses transportasi di jalur utama lumpuh total akibat tertimbun longsor, untuk bisa bisa beraktifitas keluar daerah warga munjungan harus memutar arah melintasi jalur alternatif yang lebih jauh dari biasanya. Sementara itu jalur tersebut dinilai lebih sulit dan akstrim dibanding dengan jalur utama.

Bencana longsor yang menutup total akses transportasi antar Kecamatan Kampak-Munjungan, yang merupakan jalur utama warga Kecamatan munjungan membuat aktifitas warga nyaris lumpuh total. Sehingga untuk bisa beraktifitas keluar dari daerahnya, warga harus melintasi jalur Munjungan-Dongo, atau Jalur Munjungan-Panggul, Meski demikian jalur tersebut tidak sepenuhnya bisa digunakan untuk kendaraan besar yang bermuatan berat, pasalnya route dijalur tersebut banyak tanjakan dan tikungan tajam, sedangkan jalannya juga tidak terlalu lebar.

Menanggapai akses transportasi warga ini Pelaksana tugas Sekretaris Daerah Kabupaten Trenggalek, Kusprigianto menjelaskan, bahwa untuk saat ini warga munjungan hanya bisa keluar dari daerahnya melalui dua jalur, yaitu jalur Munjungan-Dongo, atau Jalur Munjungan-Panggul, dengan jarak tempuh yang lebih jauh.

Sebelumnya diketahui bahwa kejadian tanah longsor di Desa Ngadimulyo Kecamatan Kampak, yang mengakibatkan jalur utama penghubung antar kecamatan Kampak dan Kecamatan Munjungan lumpuh total akibat  tertimbun material longsor ini terjadi pada 21 Januari sekitar pukul 03.00 dini hari. Sementara itu ketebalan material longsor yang menutup jalanan mencapai 5 meter dengan lebar 7 meter dan panjang antar 200 hingga 300 meter.

Views: 1