TRENGGALEK, bioztv.id – Wakil rakyat yang duduk di kursi DPRD Kabupaten Trenggalek kritisi upaya peningkatan Pendapatan Asli Daerah atau PAD Kabupaten Trenggalek yang dinilai justru merosot dari tahun sebelumnya, Sementara itu beberapa asset yang berpotensi untuk mendongkrak PAD, justru masih dibiarkan mangkrak.
Semenjak disampaikannya Ranperda APBD Trenggalek tahun 2018 oleh Bupati pada beberapa waktu lalu, Fraksi PAS getol kritisi peningkatan PAD yang dinilai justru menurun dari tahun sebelumnya, ehingga pihaknya menilai bahwa kinerja pemerintah daerah kurang maksimal. Pasalnya, Menurut Fraksi Pas upaya peningkatan PAD bisa dilakukan dengan cara memanfaatkan asset yang ada, sepertihalnya pengalih fungsian lahan asset yang saat ini masih menjadi lahan pertanian, bisa difungsikan untuk kawasan pertokoan atau ruko. Selain itu beberapa asset daerah lain seperti halnya Percetakan BPS dan Bank Prima, juga belum dikelola dengan baik.
Salah satu anggota Fraksi PAS DPRD Kabupaten Trenggalek, Nur Efendi menjelaskan, Peningkatan PAD Trenggalek dari tahun ke tahun terbukti masih minim, terlebih dari sektor retribusi yang hasilnya dinilai tidak sesuai dengan biaya promosi promosi yang sudah dilakukan, sehingga pemerintah daerah harus segera berbenah demi peningkatan Pendapatan Asli Daerah ini.
Menanggapi kritikan ini wakil bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin menyampaikan, Untuk Peningkatan PAD melalui pemanfaatan lahan pertanian menjadi bangunan ruko atau pertokoan pihaknya akan mengkaji ulang dan mempertimbangkan dampaknya kedepan.
Fraksi PAS Menilai jika pemerintah daerah mampu memanfaatkan dan mengelola seluruh asset dengan baik, pihaknya meyakini akan ada peningkatan PAD yang signifikan, dengan demikian proses pembangunan di kabupaten Trenggalek juga bisa berjalan lebih baik lagi.
Views: 0
















