TRENGGALEK, bioztv.id –Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Trenggalek mengalami perombakan. Pemerintah tidak lagi memberi kompromi soal kualitas, kini penggunaan menu basah menjadi wajib, dan menghapus sistem distribusi rapel. Kebijakan ini bertujuan menjamin kesegaran serta kandungan gizi bagi para penerima manfaat.
Wakil Ketua Satgas MBG Trenggalek, Sunarto, menegaskan bahwa perubahan kebijakan ini menjadi langkah konkret untuk memuliakan asupan gizi anak-anak di Trenggalek.
“Kami harus menjamin kualitas makanan untuk anak-anak kita. Nilai gizinya wajib sesuai standar. Salah satu kebijakan mutlak kami adalah menggunakan menu basah, sehingga tidak ada lagi makanan yang hanya dikemas plastik alakadarnya,” tegas Sunarto.
Menu Basah Jadi Standar Wajib: Segar dan Higienis
Dalam skema terbaru ini, seluruh penyedia makanan wajib menyajikan menu basah setiap hari. Satgas juga menginstruksikan penggunaan wadah khusus seperti ompreng untuk menjaga kebersihan dan kelayakan konsumsi hingga ke tangan siswa.
Langkah ini memastikan makanan tetap dalam kondisi prima (segar) saat tiba di sekolah, sekaligus meningkatkan standar higienitas distribusi yang selama ini menjadi perhatian publik.
Selamat Tinggal Sistem Rapel
Satgas menghapus total sistem rapel—praktik pengiriman jatah makanan untuk beberapa hari sekaligus dalam satu waktu. Mereka menilai sistem rapel berisiko menurunkan kualitas makanan, bahkan membahayakan kesehatan.
“Kami melarang keras menu rapel agar makanan benar-benar fresh. Jika dirapel, kami khawatir makanan bisa basi, dingin, atau kehilangan nutrisinya sebelum dikonsumsi,” jelas Sunarto.
Melalui sistem baru ini, kurir mendistribusikan makanan setiap hari sesuai kebutuhan harian siswa, sehingga rasa dan kandungan gizinya tetap optimal.
Fleksibilitas Jadwal: Menyesuaikan Kalender Sekolah
Satgas kini menyesuaikan pelaksanaan distribusi MBG dengan aturan internal masing-masing lembaga pendidikan. Mereka mengatur jadwal pengiriman mengikuti kalender belajar sekolah.
“Distribusi mengikuti jadwal sekolah masing-masing. Sekolah yang menerapkan sistem lima hari sekolah akan menerima jatah lima hari, sementara yang enam hari tetap kami kirim penuh selama enam hari,” tambahnya.
Sasaran Luas: Menyentuh Ibu Hamil dan Balita
Program MBG Trenggalek tidak hanya menyasar siswa sekolah. Pemerintah daerah juga tetap merangkul kelompok rentan lainnya, termasuk ibu hamil, ibu menyusui, hingga balita. Tim pelaksana memberikan menu basah dengan standar gizi ketat yang telah ditetapkan tim ahli.
Komitmen pada Kualitas, Bukan Sekadar Formalitas
Melalui wajah baru ini, Pemkab Trenggalek menegaskan bahwa Makan Bergizi Gratis bukan sekadar program seremonial. Program ini menjadi bagian dari strategi besar daerah untuk meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat.
Pemerintah berharap pendekatan berbasis kualitas ini mampu memberi dampak nyata dalam mendukung tumbuh kembang anak serta menjadi langkah konkret untuk menekan angka stunting di Trenggalek.(CIA)
Views: 36
















