Investasi Trenggalek Masih Bertumpu pada UMK, Masuknya Investor Besar Jadi Tantangan

oleh
oleh

TRENGGALEK, bioztv.idHingga tahun 2025, peta investasi di Kabupaten Trenggalek masih menampilkan pola yang konsisten. Sektor Usaha Mikro dan Kecil (UMK) terus menopang struktur investasi daerah. Kondisi ini menunjukkan kuatnya daya tahan ekonomi lokal, namun sekaligus menghadirkan tantangan besar bagi pemerintah daerah dalam menarik minat investor skala menengah dan besar.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Trenggalek, Edi Santoso, membenarkan bahwa UMK telah lama mendominasi investasi di wilayahnya dan membentuk karakter ekonomi daerah.

“Sektor UMK, yaitu usaha mikro dan kecil, masih mendominasi investasi di Trenggalek. Sejak dulu, investasi daerah memang tumbuh dari sektor ini,” ungkap Edi Santoso, Senin (2/2/2026).

Struktur Investasi Didominasi UMK

Edi menyampaikan bahwa struktur investasi Trenggalek pada tahun 2025 relatif tidak berubah dibandingkan tahun sebelumnya. Pelaku usaha lokal masih memegang peran utama dalam menggerakkan roda ekonomi daerah.

“Komposisinya hampir sama dengan tahun lalu. Sekitar 70 persen investasi berasal dari UMK, sementara 30 persen lainnya berasal dari usaha menengah dan besar,” jelasnya.

Data tersebut menunjukkan bahwa pemerintah daerah masih menghadapi proses panjang dalam mendorong transformasi menuju industri berskala lebih besar, meskipun berbagai peluang investasi terus ditawarkan kepada calon investor.

UMK Jadi Penopang Modal Lokal

Mengacu pada regulasi investasi nasional, Edi menjelaskan bahwa kategori usaha mikro mencakup pelaku usaha dengan total modal hingga Rp1 miliar. Sementara itu, usaha kecil memiliki modal antara Rp1 miliar hingga Rp5 miliar.

“Penghitungan modal mencakup seluruh aset usaha, mulai dari uang tunai, peralatan, hingga aset pendukung lainnya,” tambahnya.

Dominasi UMK ini menegaskan bahwa masyarakat lokal menjadi motor utama penggerak ekonomi Trenggalek. Pelaku usaha daerah mengembangkan kemandirian ekonomi tanpa bergantung penuh pada modal perusahaan besar nasional maupun investor luar.

Dorong UMK Naik Kelas, Buka Ruang Investor Besar

Meski UMK mampu membuka lapangan kerja dan menggerakkan ekonomi kerakyatan, Pemerintah Kabupaten Trenggalek menyadari bahwa ketergantungan berlebih pada sektor ini juga menghadirkan tantangan. Tanpa investasi berskala besar, daerah akan kesulitan menghadirkan transfer teknologi serta menciptakan nilai tambah ekonomi secara signifikan.

Karena itu, pemerintah daerah menyiapkan strategi untuk mendorong UMK agar “naik kelas” sekaligus memperbaiki iklim investasi agar lebih menarik bagi investor menengah dan besar.

“UMK akan tetap menjadi fondasi ekonomi Trenggalek. Namun kami juga terus mendorong agar pelaku UMK semakin berdaya saing dan mampu bersinergi dalam rantai usaha yang lebih luas dan besar,” pungkas Edi.

Potret investasi Trenggalek hari ini menunjukkan kekuatan ekonomi berbasis rakyat. Tantangan berikutnya bagi pemerintah daerah adalah mengubah dominasi UMK ini menjadi pintu masuk bagi investasi yang lebih beragam, berkelanjutan, dan bernilai tambah tinggi di masa depan. (CIA)

Views: 21