Target 80 Dapur MBG di Trenggalek, Kini 53 SPPG Sudah Beroperasi, 7 Sudah Kantongi SLHS

oleh
oleh

TRENGGALEK, bioztv.id Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Trenggalek terus mencatatkan tren positif. Hingga kini, pengelola program telah mengoperasikan 53 dapur MBG atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk melayani ribuan warga di Bumi Menak Sopal.

Meski menunjukkan kemajuan signifikan, capaian ini masih belum memenuhi target akhir. Pemerintah Kabupaten Trenggalek menargetkan pengoperasian sekitar 80 dapur MBG agar mampu menjangkau kurang lebih 170 ribu penerima manfaat di seluruh wilayah.

Kejar Target 80 Dapur untuk 170 Ribu Warga

Wakil Ketua Satgas MBG Trenggalek, Saeroni, menyampaikan bahwa rapat koordinasi terbaru menetapkan target operasional sebanyak 80 unit dapur. Saat ini, layanan MBG baru menjangkau sekitar 50 persen dari total sasaran.

“Saat ini 53 dapur sudah beroperasi. Target utama kami adalah 80 dapur agar bisa melayani seluruh sasaran yang mencapai 170 ribu orang,” ujar Saeroni.

Saeroni menjelaskan bahwa sejumlah dapur masih mempersiapkan sarana prasarana serta melengkapi dokumen administrasi. Namun, ia memastikan masalah pendanaan sudah teratasi. Badan Gizi Nasional (BGN) telah menuntaskan proses pencairan anggaran yang sebelumnya sempat menjadi kendala.

“Seluruh dapur yang sudah beroperasi kini telah menerima anggaran. Pelayanan berjalan normal tanpa kendala biaya,” tegasnya.

Standar Kesehatan Naik Kelas, Tujuh Dapur Kantongi SLHS

Pemerintah Kabupaten Trenggalek juga mencatat peningkatan signifikan dalam pemenuhan standar kesehatan. Hingga saat ini, tujuh dapur MBG telah mengantongi Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS), naik dari sebelumnya hanya tiga dapur.

Pemkab Trenggalek terus mempercepat proses sertifikasi melalui pendampingan intensif. Kolaborasi antara yayasan pengelola, Dinas Kesehatan, serta Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) kini semakin solid.

“Dinas Kesehatan sudah menyatakan bahwa standar higiene dan sanitasi terpenuhi. Kami juga membekali penjamah makanan dengan pelatihan khusus serta rutin melakukan inspeksi lingkungan,” jelas Saeroni.

Ia menambahkan, satu-satunya kendala yang masih tersisa adalah kelengkapan administrasi badan hukum pengelola, baik berbentuk yayasan, PT, maupun CV.

Pengajuan SLHS Kini Serba Online

Untuk mempermudah pengelola dapur, Satgas MBG kini menerapkan pengajuan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi secara daring melalui aplikasi Online Single Submission (OSS) yang terintegrasi dengan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP).

“Pengelola cukup mengajukan perizinan melalui OSS ke PTSP. Setelah petugas melakukan verifikasi lapangan dan pelatihan selesai, izin langsung terbit,” terang Saeroni.

Ia menegaskan bahwa mayoritas dapur MBG di Trenggalek sebenarnya telah lolos uji kelayakan higiene dan sanitasi. Saat ini, para pengelola hanya perlu melengkapi sejumlah dokumen administratif minor.

Hingga berita ini diturunkan, Satgas MBG memastikan seluruh dapur menjalankan program sesuai ketentuan. Tidak satu pun dapur menerima sanksi.

“Alhamdulillah, semuanya berjalan aman, lancar, dan tertib,” pungkas Saeroni.(CIA)

Views: 42