Fakta Hasil Autopsi Tragedi Hotel Jaas Trenggalek, Korban Dipukul Palu Hingga Kehabisan Darah

oleh
oleh

TRENGGALEK, bioztv.id – Fakta baru terungkap dari tragedi pembunuhan di kamar 723 Hotel Bukit Jaas Permai, Trenggalek. YN (34), perempuan asal Ponorogo, tewas bukan karena dicekik atau dibekap, melainkan kehabisan darah akibat dipukul berkali-kali dengan palu.

Tim Forensik Polda Jatim bersama Satreskrim Polres Trenggalek telah menyelesaikan proses autopsi selama 2,5 jam di RSUD dr Soedomo, Rabu malam. Hasilnya mengejutkan.

“Korban mengalami banyak luka terbuka di kepala. Dipukul berkali-kali oleh pelaku dengan palu, menyebabkan pendarahan hebat,” ungkap Kasatreskrim Polres Trenggalek, AKP Eko Widiantoro, Kamis (10/4/2025).

Dari hasil autopsi, diketahui pada tubuh korban terdapat luka robek pada bagian kepala sebanyak 21 robekan luka, 6 robekan di dahi, 1 robek di pangkal hidung, serta 2 robekan pada pipi kanan. Korban juga mengalami memar pada punggung, pipi, dagu, dan rahang.

“Korban meninggal akibat kekerasan benda tumpul pada kepala yang mengakibatkan pendarahan,” jelas AKP Eko.

Luka-luka tersebut menyebabkan darah terus mengalir dan membuat korban lemas hingga akhirnya meninggal. Tengkoraknya memang tidak pecah, namun ada retakan kecil dan luka cukup dalam di bagian kepala.

“Korban meninggal bukan karena dicekik, tapi mati lemas akibat kehilangan banyak darah,” tegasnya.

Tak hanya itu, korban juga mengalami luka terbuka di bagian jari tangan, diduga akibat upaya melindungi diri saat diserang.

Sebelum ditemukan tak bernyawa, YN datang ke hotel bersama putranya, AMN (9). Mereka bertemu Slamet Efendi alias SE (41), pria asal Desa Kamulan, Kecamatan Durenan, Trenggalek, yang disebut sebagai kekasih korban. Pertemuan yang awalnya biasa, berubah menjadi tragedi berdarah.

“Motifnya cemburu. Pelaku emosi karena korban masih berkomunikasi dengan mantan suaminya,” jelas Kasatreskrim.

Saat pertengkaran memuncak, SE memukul YN dengan palu. Setelah itu, AMN juga ikut menjadi korban. Bocah laki-laki itu mengalami luka terbuka pada kepala sebanyak delapan titik dan luka memar pada dada sebanyak empat titik. Kini, anak tersebut masih dirawat intensif di RSUD dr Soedomo Trenggalek.

Usai kejadian, SE tak melarikan diri. Ia justru datang menyerahkan diri ke Polres Trenggalek dan kini dalam proses hukum lebih lanjut.

“SE sudah menyerahkan diri dan diamankan di Mapolres Trenggalek sesaat setelah kejadian,” pungkas AKP Eko Widiantoro.(CIA)

Views: 17