13 MoU Terbaru Indonesia dan Turkiye, Dari Kerjasama Pabrik Drone, Media, Hingga Keagamaan

oleh
oleh

BOGOR, bioztv.id – Hubungan strategis Indonesia dan Turkiye memasuki babak baru dengan penandatanganan 13 dokumen kerja sama di Istana Kepresidenan Bogor.

Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, dan Presiden Turkiye, Recep Tayyip Erdoğan, secara resmi menyaksikan pertukaran Memorandum of Understanding (MoU) yang mencakup berbagai bidang, mulai dari energi, pertahanan, hingga pendidikan.

Momen bersejarah ini menandai komitmen kedua negara untuk mempererat kemitraan yang telah terjalin selama 75 tahun.

“Dalam pertemuan ini, kami membahas berbagai kerja sama yang sejalan dengan prioritas nasional kedua negara,” ujar Presiden Prabowo dalam keterangan persnya.

Presiden Erdoğan menambahkan, “Kami telah menandatangani 12 perjanjian dan satu joint statement yang mencakup bidang energi, kesehatan, pertanian, industri pertahanan, komunikasi, dan pendidikan. Ini adalah langkah besar bagi hubungan kita.”

13 Dokumen Kerja Sama yang Ditandatangani

Berikut adalah rincian kerja sama yang disepakati oleh Indonesia dan Turkiye:

  1. Kerja Sama Keagamaan dan Pendidikan Keagamaan: Antara Kementerian Agama RI dan Kepala Bidang Urusan Agama Turkiye.
  2. Energi dan Sumber Daya Mineral: Antara Kementerian ESDM RI dan Kementerian Energi Turkiye.
  3. Pendidikan Tinggi: Antara Kementerian Pendidikan Tinggi RI dan Dewan Pendidikan Tinggi Turkiye.
  4. Kesehatan dan Ilmu Kedokteran: Perjanjian kerja sama di bidang kesehatan.
  5. Industri Pertahanan: Antara Kementerian Pertahanan RI dan Sekretariat Industri Pertahanan Turkiye.
  6. Perdagangan: Peningkatan kerja sama perdagangan antara Kementerian Perdagangan RI dan Turkiye.
  7. Pertanian: Kerja sama di bidang pertanian.
  8. Promosi Investasi: Surat pernyataan kehendak untuk memfasilitasi investasi.
  9. Kerja Sama Industri: Pembentukan komite bersama antara Kementerian Perindustrian RI dan Kementerian Industri Turkiye.
  10. Pabrik Drone: Joint venture antara Republikorp dan Baykar untuk membangun pabrik drone di Indonesia.
  11. Kerja Sama Televisi: Antara Turkish Radio Television Corporation (TRT) dan LPP TVRI.
  12. Kerja Sama Radio: Antara TRT dan LPP RRI.
  13. Kerja Sama Media: Antara Anadolu Ajansi (AA) dan Kantor Berita Antara.

Fokus pada Ekonomi, Pertahanan, dan Kesehatan

Pertemuan bilateral ini juga membahas peningkatan kerja sama ekonomi, termasuk percepatan finalisasi Comprehensive Economic Partnership Agreement (CEPA).

“Kami sepakat untuk memperluas akses pasar bagi produk-produk kedua negara,” tegas Presiden Prabowo.

Di bidang pertahanan, kedua negara berkomitmen untuk meningkatkan produksi bersama dan kerja sama industri pertahanan, termasuk pendidikan dan pelatihan militer.

“Kami juga akan memperkuat kerja sama intelijen dan kontraterorisme,” tambahnya.

Kerja sama kesehatan juga menjadi fokus utama, dengan kedua negara sepakat untuk berkolaborasi dalam penelitian dan pengembangan ilmu kedokteran.

Dukungan untuk Perdamaian Global

Dalam pertemuan ini, Indonesia dan Turkiye juga menegaskan dukungan mereka terhadap solusi dua negara (two-state solution) untuk perdamaian di Palestina.

“Kami mendukung kemerdekaan Palestina dan perdamaian di Suriah serta Ukraina,” tegas Presiden Prabowo.

Momentum Menuju 100 Tahun Kemitraan

Kunjungan Presiden Erdoğan ini tidak hanya menjadi peringatan 75 tahun hubungan diplomatik, tetapi juga menjadi langkah strategis menuju 100 tahun kemitraan pada 2050.

“Saya sangat gembira bahwa kunjungan ini sangat produktif. Ini adalah babak baru dalam kemitraan strategis kita,” ucap Presiden Prabowo.

Presiden Erdoğan menutup dengan harapan, “Segala kesepakatan yang telah kita lakukan hari ini semoga membawa banyak kebaikan bagi rakyat kedua negara.”

Dengan penandatanganan 13 dokumen kerja sama ini, Indonesia dan Turkiye semakin memperkuat pondasi kemitraan mereka, tidak hanya untuk kepentingan bilateral, tetapi juga untuk kontribusi global yang lebih besar.(DAN)

Views: 2