TRENGGALEK, bioztv.id – Hadiri Musyawarah Perencanaan Pembangunan tingkat Kecamatan (Musrenbangcam) Pule. Ketua Komisi II DPRD trenggalek, mugianto alias Kang obeng siap kawal aspirasi rakyat. Harapannya, usulan prioritas Tahun ini bisa benar benar terealisasi pada tahun berikutnya.
Musrenbangcam Pule ini berlangsung digelar di Kantor Kecamatan Pule. Acara yang mengusung tema “Pembangunan Kota Atraktif dan Penuntasan Infrastruktur dalam Rangka Penghapusan Kemiskinan dan Adaptasi Perubahan Iklim” ini dihadiri oleh berbagai elemen masyarakat, mulai dari Forkopimcam, kepala desa, tokoh masyarakat, hingga perwakilan pemuda.
Mugianto, alias Kang Obeng, menegaskan bahwa pembangunan yang merata dan berkelanjutan hanya bisa terwujud melalui sinergi antara pemerintah dan masyarakat. Ia pun siap mengawal aspirasi warga agar usulan prioritas dapat direalisasikan.
“Pembangunan di Kecamatan Pule tidak bisa dilakukan secara instan, tetapi harus dicicil dengan skala prioritas yang jelas. Kami di DPRD berkomitmen untuk mengawal setiap usulan agar tidak hanya sebatas wacana, tetapi benar-benar terealisasi,” ujar Kang Obeng.
Salah satu permasalahan yang disorot dalam Musrenbang kali ini adalah kondisi infrastruktur yang masih memprihatinkan. Beberapa ruas jalan di Pule dilaporkan rusak parah, sementara fasilitas pendidikan seperti MCK di SDN Sukokidul belum juga mendapat perhatian.
Selain itu, kebutuhan air bersih bagi warga juga masih menjadi persoalan mendesak, meski beberapa desa seperti Pule, Kembangan, Jombok, dan Karanganyar telah mendapat bantuan sumur bor.
Menanggapi keluhan ini, Kang Obeng menegaskan bahwa pihaknya akan mendorong agar anggaran pembangunan infrastruktur dan sarana pendidikan mendapat prioritas dalam perencanaan tahun depan.
“Kondisi jalan dan fasilitas pendidikan harus segera diperbaiki. Kami di DPRD akan terus mendorong agar anggaran yang tersedia bisa dialokasikan secara maksimal untuk kebutuhan masyarakat,” tambahnya.
Selain infrastruktur, pengentasan kemiskinan juga menjadi isu utama. Kecamatan Pule memiliki jumlah penduduk sekitar 32.650 jiwa, dengan angka kemiskinan yang masih cukup tinggi. Namun, di sisi lain, ada kabar baik terkait tren penurunan angka pernikahan dini, yang menjadi salah satu indikator meningkatnya kesadaran masyarakat akan pentingnya pendidikan dan kesejahteraan ekonomi.
“Legislatif dan eksekutif memiliki tugas dan kewajiban yang sama untuk memastikan masyarakat mendapatkan hak-haknya,” jelas Kang Obeng.
Untuk mengatasi permasalahan ekonomi, Kang Obeng menekankan pentingnya kolaborasi antara DPRD, pemerintah daerah, serta kepala desa dan camat. Sinergi yang kuat diyakini akan mempercepat realisasi program-program yang telah direncanakan.
“Oleh karena itu, saya mengajak seluruh pihak untuk terus menjalin komunikasi yang baik agar setiap usulan bisa diakomodasi dengan baik,” tegasnya.
Dengan adanya Musrenbang ini, diharapkan perencanaan pembangunan di Kecamatan Pule dapat lebih terarah dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
“Semoga usulan prioritas bisa terealisasi sesuai rencana, sehingga Kecamatan Pule bisa terus berkembang menjadi wilayah yang lebih maju dan sejahtera,” pungkasnya.(CIA)
Views: 1
















