TRENGGALEK, bioztv.id – Rencana relokasi korban tanah gerak di Dresa Ngrandu, Kecamatan Suruh, Kabupaten Trenggalek terus berproses. Proses relokasi ini melibatkan lintas sektor. Pembangunan hunian warga dianggarkan Pemprov Jatim sebesar Rp 50 Juta per rumah, sedangkan Pemkab Trenggalek sebagai penyedia lahan lokasi relokasi.
Tindak lanjuti rencana rekolasi korban tanah gerak ini, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Timur, Gatot Subroto, bersama Ketua Komisi E DPRD Jawa Timur, Untari dan tim, telah mengunjungi lokasi pengungsian korban tanah gerak ini. Kunjungan ini dilakukan untuk meninjau kondisi warga yang terancam oleh gerakan tanah baru-baru ini.
“Dalam waktu dekat, kami akan membangun hunian sementara untuk warga yang terdampak,” kata Gatot Subroto kepada wartawan.
BPBD Jatim juga berencana untuk merealisasikan relokasi permanen terhadap warhga terdampak. Dengan izin gubernur, rncana relokasi ini masih terus berproses.
“Pemprov Jawa Timur telah menganggarkan sebesar Rp 50 juta per rumah untuk proyek ini.” imbuh Gatot.
Proses relokasi ini menjadi langkah krusial menyusul potensi longsor akibat tanah gerak yang semakin mengkhawatirkan.
“Kami bersama TNI/Polri sudah melakukan sosialisasi agar warga tidak menempati rumahnya yang terancam,” jelas Gatot.
Pemerintah Kabupaten juga turut berperan dengan menyediakan lahan yang dibutuhkan untuk relokasi. Kehadiran pemerintah daerah ini menunjukkan komitmen serius untuk menjaga keselamatan warga serta memastikan mereka memiliki hunian yang aman dan layak.
“Ini merupakan upaya bersama untuk memastikan keamanan dan kesejahteraan masyarakat,” ujar Gatot.
Gatot mengapresiasi dukungan dari Pemerintah Provinsi dan Komisi E DPRD Jawa Timur dalam upaya mitigasi bencana ini. Langkah ini diharapkan juga dapat menjadi contoh dalam penanganan bencana serupa di berbagai wilayah Jawa Timur.
“Kami berharap relokasi ini dapat segera terlaksana untuk melindungi warga dari ancaman bencana yang serius,” tutup Gatot.
Sebelumnya diketahui bahwa, bencana tanah gerak yang melanda Desa Ngrandu, Kecamatan Suruh, semakin memprihatinkan. Longsor besar yang terjadi baru-baru ini memperluas area terdampak, memaksa 119 warga, 43 kepala keluarga KK, yang tinggal di 38 rumah ini untuk mengosongkan rumah mereka.
Kondisi ini membuat jumlah pengungsi melonjak drastis dari sebelumnya hanya 23 warga. Kini, seluruh korban terdampak terpaksa mencari tempat tinggal sementara di rumah kerabat maupun lokasi pengungsian yang disediakan oleh pemerintah. (CIA)
Views: 3
















