JAKARTA, bioztv.id – Presiden Prabowo Subianto menunjukkan komitmennya untuk menguatkan pemberdayaan masyarakat dengan mendorong langkah strategis yang melibatkan berbagai sektor. Dalam pertemuan dengan Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar dan sejumlah menteri di Istana Bogor, Jawa Barat, pada Jumat (3/1).
Dikutip dari akun youtube Sekretarit Presiden, menurut Muhaimin, Presiden Prabowo telah menggarisbawahi pentingnya sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat. Karena Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri, maka kunci dari pemberdayaan adalah kolaborasi.
“Kami mendorong keterlibatan semua pihak untuk memastikan bahwa kebijakan yang diambil benar-benar berdampak langsung bagi masyarakat,” ujar Muhaimin Iskandar.
Peningkatan UMKM dan Kolaborasi dengan Usaha Besar
Salah satu fokus utama dalam agenda pemberdayaan ini adalah meningkatkan kapasitas usaha kecil dan menengah (UMKM) melalui sinergi dengan usaha besar. Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar menyampaikan bahwa pemerintah akan memperkenalkan konsep holding antar-UMKM untuk menciptakan ekosistem usaha yang lebih kuat dan berkelanjutan.
“Holding UMKM akan menjadi game changer. Dengan ini, usaha kecil dapat bersinergi dengan usaha besar, baik dalam hal distribusi bahan baku maupun pemasaran produk. Kami ingin UMKM menjadi tulang punggung ekonomi nasional,” jelas Muhaimin.
100 Balai Latihan Kerja Baru untuk Pekerja Migran
Dalam pertemuan tersebut, Presiden juga memberikan perhatian khusus pada peningkatan kualitas tenaga kerja migran Indonesia. Sebagai bentuk keseriusan pemerintah, sebanyak 100 balai latihan kerja baru akan dibangun untuk meningkatkan keterampilan dan standar vokasi para pekerja migran.
“Kami ingin memastikan bahwa para pekerja migran tidak hanya berangkat dengan bekal niat, tetapi juga keterampilan yang mumpuni sesuai kebutuhan pasar global. Ini bukan hanya soal bekerja di luar negeri, tetapi juga membawa nama baik bangsa,” ungkap Muhaimin.
Pendanaan Berbunga Rendah untuk UMKM dan Pekerja Migran
Selain peningkatan kapasitas, akses pendanaan berbunga rendah menjadi langkah strategis berikutnya. Pemerintah, melalui koordinasi lintas kementerian, akan menginisiasi model pendanaan berbasis simpan pinjam untuk UMKM, koperasi, ekonomi kreatif, dan pekerja migran. Pendanaan ini diharapkan mampu mendorong pertumbuhan usaha kecil dan menengah sekaligus membantu pekerja migran yang membutuhkan modal awal.
“Ini adalah upaya konkret pemerintah untuk meringankan beban pelaku usaha kecil dan pekerja migran. Dengan bunga rendah, mereka bisa fokus mengembangkan usaha tanpa khawatir soal pendanaan,” tambah Muhaimin.
Reformasi Data Bantuan Sosial
Optimalisasi bantuan sosial juga menjadi salah satu perhatian utama pemerintah. Muhaimin menegaskan bahwa data penerima bantuan sosial akan diperbaiki untuk memastikan keadilan dalam distribusi bantuan.
“Tidak boleh ada orang miskin yang terlewat dari bantuan. Kami akan membuka ruang bagi masyarakat untuk memberikan usulan atau sanggahan terkait data penerima bantuan. Ini langkah penting untuk memastikan keadilan,” tegasnya.
Langkah Kolaboratif Menuju Indonesia Mandiri
Melalui langkah-langkah strategis ini, pemerintah optimistis bahwa agenda pemberdayaan masyarakat akan menjadi fondasi penting dalam mewujudkan Indonesia yang lebih mandiri. Sinergi antara UMKM, usaha besar, dan pekerja migran diharapkan mampu menciptakan efek domino positif bagi perekonomian nasional.
“Kami ingin menciptakan ekosistem di mana tidak ada yang tertinggal. Semua pihak harus bergerak bersama, dari pusat hingga daerah, untuk memastikan kebijakan ini berjalan dengan baik,” pungkas Muhaimin.(DAN)
Views: 1
















