Jalan Rusak Jadi Duri Perputaran Ekonomi, Warga Munjungan & Dongko Geruduk DPRD Trenggalek

oleh
oleh

TRENGGALEK, bioztv.id – Puluhan tahun menjadi jalur vital bagi warga Kecamatan Munjungan dan Dongko, jalan di kawasan hutan Plumpit kini berubah menjadi momok. Sepanjang lebih dari 3 kilometer, akses ekonomi utama ini rusak parah, sehingga menyulitkan aktivitas masyarakat. Tak tahan dengan kondidi ini ratusan warga dari dua kecamatan akhirnya gruduk kantor DPRD.

Mei Wahyudin, koordinator aksi menegaskan bahwa jalan rusak ini adalah jalur strategis yang tidak bisa diabaikan. Pasalnya, jalur ini adalah nadi bagi para pedagang sayur, petani, dan masyarakat lainnya. Sehingga ratusan warga dari Desa Pandean, Watuagung, Salamwates, kecamatan Dongko dan desa Masaran Kecamatan Munjungan, menyuarakan keresahan mereka di gedung DPRD Trenggalek

“Jika akses ini lumpuh, roda ekonomi pun terhenti,” ungkap Mei.

Warga sebelumnya sudah berupaya memperbaiki jalan secara swadaya. Namun, Mei mengakui bahwa keterbatasan sumber daya membuat mereka menyerah.

“Kami sudah bekerja bakti setiap tahun membersihkan rumput liar dan memperbaiki jalan seadanya. Tapi saat ini, kondisinya sudah terlalu parah.,” tambahnya.

Mei juga menjelaskan bahwa sebagian ruas jalan ini sempat diperbaiki menggunakan anggaran dana pinjaman melalui Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) pada 2023. Namun, alokasi anggaran sekitar Rp 5 miliar tersebut tidak cukup untuk menyelesaikan keseluruhan jalur.

“Ironisnya, bagian yang paling parah justru tidak tersentuh pembangunan,” ujarnya.

Kondisi jalan rusak ini juga membahayakan keselamatan warga yang melintas. Warga mengaku banyak pedagang sayur dan tukang etek (pedagang keliling) yang mengalami kecelakaan akibat jalan licin dan berlubang. Mei menyebutkan bahwa untuk menuju Kecamatan Dongko, warga Munjungan kini harus memutar jauh melalui Kecamatan Panggul, menghabiskan waktu lebih lama dan biaya lebih besar.

“Bahkan jika menggunakan mobil, waktu tempuh yang biasanya 10-15 menit kini menjadi hampir satu jam. Jalannya sempit, ditambah tumbuhan liar di kanan-kiri semakin memperburuk kondisi,” paparnya.

Warga mendesak pemerintah daerah untuk segera mengambil langkah nyata. Mereka meminta jalan ini dibetonisasi dan dilanjutkan dengan lapisan hotmix agar lebih tahan lama. Selain itu, warga juga berharap ada petugas kebersihan dan perawatan rutin untuk menjaga jalan tetap layak digunakan.

“Ini murni demi kepentingan masyarakat, tanpa ada muatan politik,” tegas Mei.

Aksi warga ini juga disertai dengan bukti foto dan video kondisi jalan yang dibawa ke DPRD Trenggalek. Mereka berharap dokumentasi ini bisa membuka mata para pemangku kebijakan.

Dalam audiensi tersebut, warga juga menyoroti kebijakan anggaran daerah yang dianggap terlalu merata sehingga tidak fokus menyelesaikan satu masalah secara tuntas.

“Politik anggaran ini jadi persoalan. Sebagian jalan sudah dibangun, tapi bagian paling rusak justru tidak tersentuh. Akibatnya, masalah tidak selesai, malah tambah besar,” pungkas Mei.(CIA)

Views: 1