TRENGGALEK, bioztv.id – Aksi Solidaritas Hakim Indonesia yang digelar pada 7-11 Oktober 2024, para hakim di Pengadilan Negeri (PN) Trenggalek ambil peran. PN Trenggalek kosongkan sidang selama 5 hari sebagai bentuk dukungan aski tersebut. Aksi ini bertujuan untuk menuntut kesejahteraan hakim yang dianggap belum sebanding dengan risiko pekerjaan yang dihadapi.
Juru bicara PN Trenggalek, Marshias Mereapul Ginting, mengungkapkan bahwa aksi ini tidak hanya sekadar tuntutan kenaikan gaji, tetapi juga bagian dari upaya memperjuangkan kesejahteraan yang berkeadilan bagi para hakim di seluruh Indonesia.
“Kenaikan gaji terakhir bagi para hakim dilakukan pada tahun 2012, dan sejak itu, tidak ada penyesuaian atau peningkatan lagi,” jelasnya.
Dalam mendukung aksi ini, PN Trenggalek memutuskan untuk mengosongkan jadwal persidangan selama lima hari. Yakni, sejak 7 oktober hingga 11 Oktober 2024. Namun untuk pelayanan di pengadilan tetap berjalan seperti biasa.
“Untuk persidangan yang sebelumnya sudah ditunda tetap akan dilaksanakan, sehingga tidak mengganggu hak-hak para pencari keadilan,” tambah Marshias.
Setiap harinya, PN Trenggalek menangani sekitar 3 hingga 5 perkara, baik pidana maupun perdata. Saat ini, PN Trenggalek memiliki lima hakim, terdiri dari dua pimpinan dan tiga hakim anggota.
“Pimpinan kami di PN Trenggalek terdiri satu ibu ketua dan 1 bapak wakil ketua,” pungkas Ginting.
Sekedar diketahui bahwa, usulan perubahan PP No. 94 Tahun 2012 telah disampaikan oleh Mahkamah Agung kepada Presiden sejak 18 April 2023. Selain Mahkamah Agung, Kementerian Keuangan melalui Direktorat Anggaran dan Bappenas juga mendukung langkah ini. Bappenas bahkan memasukkan kesejahteraan hakim sebagai bagian dari penguatan lembaga kehakiman dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025-2029.(CIA)
Views: 1
















