Banjir & Longsor Terjang 9 Kecamatan di Trenggalek, Ratusan Rumah Tergenang, Akses Lumpuh

oleh
oleh

TRENGGALEK, bioztv.id – Hujan lebat yang mengguyur Trenggalek pada 18 April 2024 malam, mengakibatkan bencana banjir dan tanah longsor yang menerjang sejumlah wilayah. Akibatnya, ratusan rumah penduduk di 8 Kecamatan terendam banjir. Sementara itu akses utama penghubung Trenggalek-Bendungan lumpuh akibat tertutup tanah longsor.

Menurut Kepala Pelaksana BPBD Trenggalek, Stefanus Triadi Atmono, di kawasan kota, banjir mulai terjadi sekitar pukul 23.00 WIB setelah hujan dengan intensitas ringan hingga lebat sejak pukul 17.00 WIB. Ketinggian banjir juga bervariasi, mayoritas sekitar 80 cm.

“Banjir melanda 8 kecamatan di Trenggalek, yaitu Kecamatan Trenggalek, Karangan, Pogalan, Kampak, Gandusari, Watulimo, Panggul, dan Munjungan,” jelas Stefanus.

Di Kecamatan Trenggalek, banjir terjadi di Desa Ngares, Kelurahan Tamanan, dan Kelurahan Kelutan. Di Kecamatan Karangan, banjir melanda Desa Salamrejo dan Sumberingin. Di Kecamatan Pogalan, banjir menggenangi Desa Pogalan, Ngadirenggo, Wonocoyo, dan Bendorejo.

Di Kecamatan Munjungan, banjir terjadi di Desa Munjungan, Tawing, Masaran, dan Bangun. Di Kecamatan Kampak, banjir menggenangi Dusun Krajan, Desa Bendoagung. Di Kecamatan Gandusari, banjir terjadi di Desa Karanganyar. Di Kecamatan Panggul, banjir melanda Desa Banjar dan Ngrambingan. Di Kecamatan Watulimo, banjir terjadi di Desa Karanggandu.

“Saat ini banjir di seluruh wilayah yang terdampak telah surut. Warga mulai membersihkan lumpur dan sisa material yang terbawa banjir,” ujar Stefanus.

Sementara itu, Kabid Pencegahan, Kesiapsiagaan dan Kedaruratan BPBD Trenggalek, Agung Widodo, mengatakan, selain banjir, bencana tanah longsor juga menerjang beberapa rumah dan akses jalan di Kecamatan Bendungan. Ada 4 titik longsor yang menutup akses jalan Trenggalek-Bendungan, yaitu di kawasan Desa Dompyong hingga desa Surenlor. Longsor juga menimpa rumah warga Desa Dompyong dan Desa Sumurup.

“BPBD Trenggalek bersama pihak terkait terus berupaya menangani longsor ini,” Ungkap Agung.

Dari 4 titik longsor yang menutupi badan jalan utama Trenggalek-Bendungan, lokasi terparah terjadi di titik ketiga. Yakni di Desa Surenlor. Dilokasi ini, matrial longsor yang menutup jalan jauh lebih besar dari 2 titik lainnya.

” akibat kejadian longsor di 4 titik, selama proses evakuasi belum selesai, Jalan Bendungan-Trenggalek harus ditutup total,” Ujar  Agung.

Mengingat perkembangan cuaca terkini kasih sering terjadi hujan, BPBD Trenggalek juga mengimbau agar masyarakat tetap waspada. Pasalnya, cuaca saat ini masih berpotensi untuk hujan hebat di Trenggalek.(CIA)

Views: 1