TRENGGALEK, bioztv.id – Musim kemarau terus berkepanjangan, daerah terdampak kekeringan di Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur, terus meluas Jika sebelumnya hanya ada 7 Kecamatan yang mengalami krisis air bersih, saat ini bertambah lagi 3 kecamatan. Sehingga jumlah daerah kekeringan yang mangalami krisis air bersih menjadi 10 Kecamatan.
Berdasarkan keterangan Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Trenggalek, hingga sat ini curah hujan yang mencukupo belum turun di Trenggalek. Meski terjadi hujan grimis saat pagi hari, namun belum berdampak ada sumber air. Artinya, sejumlah sumur warga yang sumber airnya mengering juga belum ada perubahan. Bahkan, kondisi kekeringan semakin meluas dan daerah terdampak semakin banyak.
Lebih lanjut Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Trenggalek, Triadi Atmono menjelaskan, sesuai data yang dihimpun BPBD Trenggalek, pada Minggu kemarin wilayah terdampak kekeringan yang kesulitan mendapatkan air bersih berjumlah 15 Desa yag ada di 7 Kecamatan. Saat ini daerah terdampak itu bertambah lagi 3 Kecamatan. Saat ini bencana kekeringan di Trenggalek sudah berstatus Tanggap Siaga Darurat. Disisi lain, saat ini droping air bersih sudah mencapai 163 tangki
Triadi juga menambahkan, Tiga tambahaan kecamatan yang mengalami krisis air bersih itu yakni Kecamatan Kampak di Desa Bogoran, Kecamatan Bendungan di Desa Depok, serta di Kecamatan Tugu, Desa Prambon, dan Desa Ngepeh. Sementara itu jumlah warga yang terdampak bencana kekeringan saat ini sudah mencapai 7.845 jiwa.
Views: 32
















