TRENGGALEK, bioztv.id – Konflik geopolitik yang melibatkan Iran, Israel, dan Amerika Serikat di Timur Tengah menarik perhatian dunia. Di tengah situasi yang memicu kekhawatiran global itu, ribuan Pekerja Migran Indonesia (PMI) tetap menjalankan tugas mereka, termasuk para perantau asal Desa Bogoran, Kecamatan Kampak, Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur.
Salah satunya Sulastri (30), warga Desa Bogoran, Kecamatan Kampak, yang bekerja di sektor perhotelan di Doha, Qatar. Meski tinggal di kawasan yang berdekatan dengan titik ketegangan, Sulastri memastikan situasi di tempatnya masih aman dan terkendali.
“Alhamdulillah, kondisi di Doha tetap kondusif dan aman. Saya terus memantau informasi terbaru dan selalu berhati-hati dalam beraktivitas,” ujar Sulastri saat dihubungi pada Selasa (3/3/2026).
Perusahaan Terapkan WFH
Sulastri menyaksikan langsung langkah antisipasi yang perusahaan-perusahaan di Qatar ambil. Sejumlah sektor kerja mulai mengubah pola operasional mereka untuk meminimalkan risiko.
“Sekarang tidak semua orang berangkat ke kantor seperti biasa. Banyak perusahaan meminta karyawannya bekerja dari rumah untuk sementara waktu,” jelasnya.
Pemerintah Qatar tetap mengoperasikan layanan publik dan sektor vital dengan protokol keamanan yang lebih ketat. Otoritas setempat juga rutin mengirim notifikasi peringatan dan imbauan keselamatan ke ponsel para pekerja.
Sektor Hotel Tetap Beroperasi
Berbeda dengan sektor perkantoran, manajemen hotel tempat Sulastri bekerja tetap menjalankan operasional secara normal. Pihak manajemen mewajibkan seluruh staf hadir karena layanan perhotelan membutuhkan kehadiran langsung.
“Sebagai staf hotel, kami wajib hadir. Tugas housekeeping, front office, dan layanan makanan tidak bisa dilakukan dari jarak jauh,” paparnya.
Meski tetap beroperasi, manajemen hotel memperketat standar keselamatan untuk melindungi karyawan dan tamu di tengah dinamika kawasan.
Waspada Tanpa Panik
Sulastri mengakui rasa waswas tetap ada, tetapi ia memilih bersikap tenang dan mengandalkan informasi resmi dari otoritas setempat.
“Saya tetap waspada dan rutin mengecek perkembangan berita. Sampai sekarang, belum ada gangguan keamanan langsung di wilayah tempat saya bekerja,” imbuhnya.
Kisah Sulastri menunjukkan ketangguhan PMI asal Trenggalek yang terus bekerja secara profesional di tengah krisis global. Sementara itu, keluarga di kampung halaman terus menjalin komunikasi dan mendoakan keselamatan mereka.
Untuk saat ini, Sulastri bersama rekan-rekannya tetap menjalankan tanggung jawab sambil berharap situasi Timur Tengah segera kembali stabil dan aman.(CIA)
Views: 56

















