Sambut Ramadan 2026, 500 Warga Karanganom Trenggalek Gelar Tradisi Nyekar Bareng

oleh
oleh

TRENGGALEK, bioztv.id Ratusan warga Desa Karanganom, Kecamatan Durenan, Kabupaten Trenggalek, mendatangi area makam umum desa untuk mengikuti tradisi “Nyekar Bareng”. Masyarakat rutin menggelar kegiatan ini menjelang Ramadan sebagai simbol solidaritas dan penguatan spiritualitas warga pedesaan.

Sejak pukul 06.30 WIB, sekitar 500 warga membawa bunga dan memanjatkan doa untuk para leluhur. Panitia kini memasuki tahun ketiga penyelenggaraan dan terus menguatkan kebersamaan lintas generasi melalui tradisi ini.

Kolaborasi Satukan Generasi

Bidang Pembinaan Kemasyarakatan Pemdes Karanganom, Muhammad Mahfur, menjelaskan bahwa pemerintah desa bersama tokoh agama dan elemen masyarakat menggagas dan mengawal kegiatan tersebut.

“Alhamdulillah, Nyekar Bareng sudah berjalan selama tiga tahun. Pemerintah desa dan para tokoh agama memberikan dukungan penuh sehingga acara hari ini berjalan lancar,” ujar Mahfur di sela kegiatan.

Mahfur menegaskan bahwa pemerintah desa tidak hanya mengajak warga berziarah, tetapi juga mendorong mereka mendoakan leluhur secara kolektif dan membersihkan hati sebelum memasuki bulan suci.

“Kami ingin memfasilitasi warga agar bisa menyongsong Ramadan dengan hati yang tenang. Antusiasme masyarakat yang terus meningkat setiap tahun sungguh luar biasa,” tambahnya.

Warga Rasakan Ziarah Lebih Khusyuk

Warga menyambut konsep ziarah bersama ini dengan antusias. Puput Supriyanto (54), salah satu peserta, mengaku suasana doa terasa lebih tertata dan menyentuh hati ketika warga berkumpul bersama.

“Kemasan acara seperti ini membuat kami lebih khusyuk dalam berdoa. Bahkan saya melihat warga dari luar Desa Karanganom juga ikut bergabung karena punya keluarga yang dimakamkan di sini,” kata Puput.

Ia menilai perangkat desa dan organisasi kemasyarakatan menunjukkan kekompakan yang kuat dalam menyukseskan acara. IPNU, NU, tokoh masyarakat, serta perangkat desa bekerja bersama dan menciptakan suasana yang harmonis.

Lestarikan Budaya di Tengah Modernisasi

Warga Karanganom terus menjaga Nyekar Bareng sebagai tradisi lokal yang tetap bertahan di tengah perubahan zaman. Selain mempererat silaturahmi, kegiatan ini juga menjadi momen refleksi diri sebelum menjalani ibadah puasa selama sebulan penuh.

Di tengah arus modernisasi, masyarakat Karanganom membuktikan bahwa mereka masih memegang teguh nilai gotong royong dan kebersamaan. Pemerintah Desa Karanganom pun berkomitmen menjaga tradisi ini agar terus hidup dan menjadi identitas budaya yang membanggakan bagi Kabupaten Trenggalek.(CIA)

Views: 35