Efek Megangan Ramadan 2026, Harga Cabai Rawit Hingga Ayam di Trenggalek Melejit

oleh
oleh

TRENGGALEK, bioztv.id Tradisi megengan menyambut Ramadan 2026 mendorong aktivitas ekonomi di Kabupaten Trenggalek. Warga meningkatkan belanja kebutuhan dapur, namun mereka juga harus mengeluarkan biaya lebih besar karena harga sejumlah komoditas naik tajam dalam sepekan terakhir.

Pantauan di Pasar Basah Trenggalek, Kelurahan Sumbergedong, memperlihatkan para pedagang menaikkan harga beberapa bahan pokok, terutama cabai rawit dan daging ayam potong.

Cabai Rawit Melonjak Rp32 Ribu dalam Lima Hari

Siti Fatimah, pedagang di Pasar Basah, menyebut cabai rawit mengalami kenaikan paling drastis. Dalam lima hari terakhir, harga cabai rawit melonjak tajam dari harga normal.

“Harga normalnya sekitar Rp60 ribu per kilogram, tapi sekarang sudah tembus Rp92 ribu. Kenaikannya sangat terasa dalam lima hari terakhir,” ujar Siti..

Kenaikan Rp32 ribu per kilogram itu tidak mengurangi minat beli masyarakat. Warga tetap memburu cabai untuk memenuhi kebutuhan tradisi kirim doa atau megengan.

“Pembeli tetap ramai walau harga naik, karena memang sudah tradisi,” tambahnya.

Selain cabai rawit, pedagang juga menyesuaikan harga komoditas lain:

  • Telur ayam naik dari Rp26 ribu menjadi Rp30 ribu per kilogram.
  • Bawang merah naik dari Rp36 ribu menjadi Rp42 ribu per kilogram.
  • Bawang putih masih bertahan di kisaran Rp32 ribu per kilogram.

Siti memastikan para pedagang tetap menjaga ketersediaan stok. Mereka masih memenuhi kebutuhan warga tanpa kendala berarti.

Harga Ayam Potong Ikut Naik

Kenaikan harga juga terjadi pada daging ayam. Tugianti, pedagang ayam di pasar yang sama, menaikkan harga ayam potong sekitar Rp7 ribu hingga Rp8 ribu per kilogram dibanding hari biasa.

“Dulu kisaran Rp34 ribu sampai Rp35 ribu, sekarang sudah Rp42 ribu per kilogram untuk harga campur. Kalau pembeli meminta bagian khusus seperti dada atau paha saja, harganya tentu berbeda,” jelas Tugianti.

Ia mengaku permintaan yang meningkat menjelang puasa mendorong pedagang menyesuaikan harga. Menurutnya, lonjakan tahun 2026 terasa lebih tinggi dibanding tahun-tahun sebelumnya.

Pedagang Prediksi Harga Stabil di Pertengahan Ramadan

Para pedagang memprediksi harga akan mulai stabil saat memasuki pertengahan Ramadan. Biasanya, masyarakat mengurangi belanja dalam jumlah besar setelah melewati momen awal menyambut bulan suci.

Setiap tahun, peningkatan konsumsi rumah tangga untuk persiapan sahur, berbuka, dan tradisi lokal selalu mendorong lonjakan permintaan. Kondisi tersebut memicu pedagang menaikkan harga menyesuaikan dinamika pasar.

Kini, warga Trenggalek perlu mengatur anggaran belanja dapur secara cermat. Di sisi lain, para pedagang berharap distributor menjaga kelancaran pasokan agar harga tidak kembali melonjak selama Ramadan berlangsung. (CIA)

 

Views: 21