TRENGGALEK, bioztv.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Trenggalek terus menunjukkan dinamika dalam pengadaan barang dan jasa selama dua tahun terakhir. Meski jumlah paket proyek pada 2025 menurun dibandingkan tahun sebelumnya, Unit Kerja Pengadaan Barang/Jasa (UKPBJ) Trenggalek menjaga persaingan usaha tetap sehat dan terbuka bagi penyedia jasa lokal maupun luar daerah.
Kepala Bagian UKPBJ Sekretariat Daerah Trenggalek, Suprihadi, menyampaikan bahwa sepanjang 2024 pihaknya menuntaskan 15 paket tender hingga tahap penetapan pemenang sesuai prosedur.
“Sepanjang 2024, kami melaksanakan sekitar 15 paket tender dan menyelesaikannya hingga penetapan pemenang,” ujar Suprihadi saat dikonfirmasi.
Memasuki 2025, UKPBJ menyesuaikan pola pengadaan dengan kebijakan fiskal daerah. Melalui mekanisme pelimpahan terbatas, UKPBJ memproses satu paket seleksi jasa konsultasi dan tiga paket jasa konstruksi menggunakan sistem tender dan tender cepat. Beberapa proyek strategis, seperti pembangunan aula Kodim melalui Bakesbangpol hingga paket tender RSUD, berhasil UKPBJ tetapkan pemenangnya.
Tender Cepat Gagal karena Administrasi
Meski sistem pengadaan berjalan baik, UKPBJ tetap menghadapi kendala di lapangan. Suprihadi mencontohkan satu paket tender cepat pada APBD Perubahan 2025 untuk pekerjaan urukan Sekolah Rakyat yang gagal menetapkan pemenang. Menyikapi kondisi tersebut, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Dinas PUPR mengalihkan pekerjaan melalui mekanisme purchasing.
Menurut Suprihadi, kegagalan tersebut tidak terjadi karena minimnya peminat. Tiga rekanan mengajukan penawaran, namun panitia menggugurkan seluruhnya pada tahap klarifikasi.
“Para penyedia menyampaikan dokumen yang tidak sesuai dengan dokumen pengadaan yang telah disepakati antara Pokja Pemilihan dan PPK. Ini menunjukkan bahwa kepatuhan administrasi dan teknis menjadi kunci utama, terutama dalam tender cepat yang memiliki waktu sangat terbatas,” tegasnya.
Kontraktor Lokal Trenggalek Kian Kompetitif
Menanggapi isu dominasi kontraktor luar daerah, Suprihadi menegaskan bahwa komposisi pemenang tender masih relatif seimbang antara penyedia lokal dan luar kota.
“Penyedia lokal dan luar daerah sama-sama memiliki peluang menang yang setara. Tidak ada dominasi satu pihak,” jelasnya.
Ia juga mengapresiasi peningkatan kualitas kontraktor lokal Trenggalek. Menurutnya, pelaku usaha lokal kini mampu bersaing secara terbuka, baik dari sisi kelengkapan administrasi maupun kesiapan teknis pekerjaan.(CIA)
Views: 29

















