TRENGGALEK, bioztv.id – Di tengah hiruk pikuk politik yang sering identik dengan perebutan kursi dan kepentingan, jajaran Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) di Trenggalek justru menghadirkan kisah berbeda. Para wakil rakyat dari tingkat kabupaten, provinsi, hingga DPR RI kompak merogoh kocek pribadi demi satu tujuan sederhana tapi bermakna. Kini, para politisi itu membangun mushola di kantor DPC PKB Trenggalek.
Pada Sabtu, 23 Agustus 2025, mereka meletakkan batu pertama pembangunan mushola. Mereka menamai mushola itu “Al-Ittihad”, yang berarti kebersamaan, dan membangunnya di halaman kantor DPC PKB Trenggalek. Mereka memilih nama tersebut karena seluruh biaya pembangunan benar-benar berasal dari iuran bersama para anggota fraksi PKB dari semua tingkatan.
Ketua DPC PKB Trenggalek, Sukarodin, menegaskan bahwa mushola ini lahir dari semangat gotong royong.
“Mulai dari anggota DPR RI dapil Trenggalek, anggota DPRD Provinsi Jawa Timur, sampai seluruh anggota fraksi PKB DPRD Trenggalek ikut menjadi penyandang dana. Bahkan Sekjen DPC PKB Trenggalek, Mas Danang, yang juga anggota DPRD, ikut urunan,” ujar Sukarodin.
Para wakil rakyat dari Fraksi PKB ini merencanakan pembangunan mushola seluas 7×7 meter persegi dengan total anggaran sekitar Rp200 juta hingga Rp300 jutaan.
“Semoga pembangunan mushola yang lahir dari kebersamaan ini lancar dan bermanfaat,” harap Sukarodin.
Dari Politik ke Spirit Kebersamaan
Pembangunan mushola ini menunjukkan bahwa politik tidak selalu identik dengan perebutan kekuasaan. Melalui mushola, para wakil rakyat PKB berusaha menghadirkan ruang ibadah yang bisa dimanfaatkan kader maupun masyarakat sekitar.
“Politik dan keagamaan harus berjalan beriringan, karena kegiatan spiritual keagamaan tetap harus kita utamakan,” ungkap Sukarodin.
Ia menambahkan, meski saat ini anggaran pembangunan masih bersumber dari iuran para wakil rakyat PKB, pihaknya tetap membuka kesempatan bagi siapa pun yang ingin ikut membantu.
“Kalau ada yang ingin berbagi untuk pembangunan mushola ini tentu kami persilakan. Targetnya, pada bulan Desember 2025, mushola sudah selesai dan bisa dipakai untuk ibadah maupun kegiatan keagamaan lainnya,” tegasnya.
Ruang Baru untuk Spirit Keagamaan
Mushola Al-Ittihad nantinya tidak hanya menjadi tempat salat berjamaah, tetapi juga pusat kegiatan religius di DPC PKB Trenggalek.
“Kami ingin mushola ini menjadi pusat kegiatan keagamaan DPC PKB Trenggalek, mulai dari ngaji bareng, majelis taklim, hingga berbagai aktivitas spiritual yang memperkuat ikatan antar kader dan masyarakat,” tutur Sukarodin.
Di tengah derasnya arus politik praktis, para wakil rakyat PKB Trenggalek membuktikan bahwa mereka masih menyisakan ruang untuk berbuat nyata di luar panggung politik.
“Mushola Al-Ittihad adalah wujud sederhana, bahwa kebersamaan dan kepedulian bisa lahir dari niat tulus untuk mendekatkan diri kepada Tuhan,” pungkas Sukarodin.(CIA)
Views: 117
















