Sejumlah Proyek Bagus Tak Berdampak Ekonomi, Mas Ipin Usung Misi Kota Atraktif untuk Perbaikan

oleh
oleh

TRENGGALEK, bioztv.id – Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin atau yang akrab disapa Mas Ipin, blak-blakan mengakui bahwa sejumlah proyek pembangunan di wilayahnya belum sepenuhnya berdampak pada peningkatan kesejahteraan masyarakat. Ia pun menggulirkan konsep “Kota Atraktif” sebagai salah satu misi utama dalam pembangunan Trenggalek ke depan.

Mas Ipin menilai, membangun infrastruktur tanpa memperhatikan fungsi dan daya tariknya hanya akan menjadi proyek fisik yang tidak berumur panjang. Sebab, fakta di lapangan menunjukkan, meski sejumlah fasilitas sudah dibangun, geliat ekonomi masyarakat belum bergerak signifikan.

“Ada beberapa yang kita bangun, tapi belum berhasil mengungkit kemakmuran. Pasar Pon misalnya, kita renovasi besar-besaran, tapi belum seramai yang diharapkan. Kawasan pesisir Progo 360  effort-nya luar biasa, tapi juga belum bisa mendongkrak perekonomians ecara signifikan. Maka, kata-kata atraktif itu penting,” tegas Mas Ipin, Selasa (23/4/2025).

Koreksi Diri dan Fokus pada Fungsi Ekonomi

Mas Ipin menyebut, belum maksimalnya pemanfaatan sejumlah proyek terdahulu menjadi evaluasi penting bagi pemerintah daerah. Ke depan, Pemkab Trenggalek ingin memastikan setiap rupiah belanja publik tak sekadar dihabiskan untuk membangun ifrastruktur. Menurutnya, sesuatu yang bagus secara visual, harus didorong memiliki nilai manfaat ekonomi dan sosial.

“Banyak kota dibangun tapi enggak bisa menggerakkan ekonomi rakyatnya. Kita tidak mau Trenggalek seperti itu. Yang dibangun harus fungsional, atraktif, dan menarik masyarakat untuk datang, beraktivitas, bahkan berinvestasi,” ungkapnya.

Kolaborasi Antar Daerah, Dorong Paket Wisata Terintegrasi

Salah satu langkah strategis yang disiapkan yakni membangun konektivitas antar wilayah. Mas Ipin menggandeng Bupati Kediri untuk membuka jalur paket wisata terintegrasi dari Jakarta, Dhoho Kediri, hingga Trenggalek. Program ini akan memanfaatkan Bandara Dhoho yang kini menjadi akses transportasi baru di Jawa Timur bagian selatan.

“Kita sudah MoU dengan APKASI dan Asita, asosiasi travel agent se-Indonesia. Kita dorong carbon neutral tourism. Ini cara kita membuat Trenggalek jadi destinasi yang menarik, bukan hanya kota perlintasan,” bebernya.

Kota Atraktif, Bukan Sekadar Bebas Banjir

Lebih jauh, konsep kota atraktif bukan hanya soal estetika atau infrastruktur bagus. Mas Ipin menekankan pentingnya tata kelola yang dinamis, sistem drainase yang baik, hingga penguatan ekonomi kerakyatan. Selain itu, pembangunan sumber daya manusia dan birokrasi yang adaptif juga harus didorong.

“Kota atraktif itu ya harus bebas banjir, infrastrukturnya fungsional, ekonominya bergerak, masyarakatnya tenang. ASN-nya enggak kaku, inovatif, semua saling dorong. Itu yang kita ingin wujudkan di Trenggalek,” tandasnya.(CIA)

Views: 10