Javanese Outfits “Surjan” Dijadikan Pakain Dinas ASN, Bupati Trenggalek Beberkan Filosofi

oleh
oleh
Javanese Outfits "Surjan" Dijadikan Pakain Dinas ASN, Bupati Trenggalek Beberkan Filosofi
Javanese Outfits "Surjan" Dijadikan Pakain Dinas ASN, Bupati Trenggalek Beberkan Filosofi

TRENGGALEK, bioztv.id – Wajibkan aparatur sipil negara (ASN) menggunakan baju adat sebagai pakaian dinasnya, Bupati Trenggalek beberkan sejumlah filosofi. Ia juga menekankan agar penggunaan baju adat tidak menyalahi pakem, atau ketentuan pokok sesuai aslinya. Meski Stylenya bisa dimodifikasi, namun harus sesuai pakem.

Dari hasil pantauan Bupati Trenggalek, selama ini ia masih melihat sejumalh ASN yang menggunakan baju adat tidak sesuai pakem. Beberapa diantaranya seperti cara memakainya, hingga model baju yang tidak sama dengan ketentuan yang sebenarnya. Menurut Bupati, pemilihan Surjan sebagai pakaian dinas ASN ini karena berbagai hal. Salah satunya karena kedekatan sejarah. Pada awalnya, Baju surjan ditemukan oleh Sunan Kalijogo, kemudian awal mataram kuno, panembahan senopati, yang kemudian menjadi raja raja di Solo, hingga Jogja.

Lebih lanjut Bupati Trengalek, Mochamad Nur Arifin menyampaikan, Surjan diciptakan dengan banyak filosofi. Pada masa Sunan Kalijogo, Kancing berjumlah 6 pada kerah sebagai simbol RUkun Iman ada 6, sedangkan 5 Kancing pada bagian badan simbol Rukun Islam. Sedangkan penggunaan Surjan untuk pakaian dinas juga ada FIlosofinya, Jumlah Kancing 6 diartikan Enom dalam bahasa jawa, yang artinya muda. Sedangkan 5 kancing pada badan artinya Pancasila. Dengan filosofi ini ia berharap agar ASN jiwanya tetap muda, semangat kerjanya harus tetap muda. Sehingga mereka mempu untuk bekerja sesuai tuntutan zaman dan perkembangan tekhnologi.

Nur Arifin juga menambahkan, untuk corak baju sorjan memberikan kebebasan sesuai selera. Jika  zaman  dahulu menggunakan corak lurik, tapi untuk baju dinas ia memberi kelonggaran jenis batiknya.  Kainnya bisa  menggunakan sibori ataupun jenis batik yang lain. Meski demikian ia menegaskan agar apapun jenis batiknya harus tetap sesuai pakem. Sehingga filosofinya tidak akan hilang.

Views: 105