Beranda NEWS MOMENT Terganjal Audit, Penggabungan BPR BPS & BPR Jwalita Trenggalek Molor Dari Target...

Terganjal Audit, Penggabungan BPR BPS & BPR Jwalita Trenggalek Molor Dari Target OJK

245

TRENGGALEK, bioztv.id – Terganjal audit, pembahasan ranperda penggabungan BPR Bangkit Prima Sejahtera (BPS) dan BPR Jwalita Trenggalek akhirnya molor dari target yang ditentukan OJK. Pasalnya, OJK meminta agar laporan penggabungan itu selesai pada 25 Februari, sementara itu audit baru akan dilakukan bulan maret mendatang.

Menurut keterangan wakil ketua DPRD Trenggalek, salah satu hal yang menjadi problem pada penggabungan BPR BPS dan BPR Jwalita ini karena Pansus 2 kurang yakin dengan laporan keuangan BPR BPS, pasalnya, laporannya tidak disertai hasil audit eksternal. Sementara itu untuk laporna keuangan BPR Jwalita sudah dilengkapi hasil audit eksternal.

Lebih lanjut wakil ketua DPRD Trenggalek Doding Rahmadi menyampaikan, Otoritas jasa keuangan meminta pemerintah daerah sudah laporkan penggabungan BPR ini pada 25 Februari 2021 nanti, namun proses audit baru akan dilakukan pada awal bulan maret nanti, sehingga penggabungan BPR ini akan molor dari jadwal yang ditentukan.

Perlu diketahui bahwa,  mengacu perda pendiriannya, BPR BPS memiliki aset sekitar 2,4 Miliar rupiah saat didirikan. Namun seiring berjalannya waktu aset tersebut tidak bisa berkembang dan justru terus berkurang, akibatnya BPR Bangkit Prima Sejahtera (BPS) mengalami devisit. Dari laporan sementara,  aset BPR BPS  per 31 desember 2020 hanya tersisa sekitar 472 juta rupiah. Karena BPR ini tidak mungkin lagi untuk dikembangkan, akhirnya harus digabungkan dengan BPR yang kondisinya sehat dan berkembang, yaitu BPR Jwalita.