TRENGGALEK, bioztv.id – Nelayan asal Desa Palangan, Kecamatan Jangkar, Kabupaten Situbondo, Imam Junaedi (46), berhasil selamat setelah berjuang melawan maut selama empat jam di perairan Laut Bali Selatan. Kru kapal batubara mengevakuasi korban ke Pelabuhan Prigi, Trenggalek, setelah menemukannya terombang-ambing di tengah laut.
Insiden bermula saat gelombang besar menghantam perahu jukung milik Imam di sekitar Tanjung Mebulu, Uluwatu, Bali Selatan. Hantaman itu langsung membalikkan dan menenggelamkan perahu, sehingga Imam harus bertahan sendirian di tengah gelapnya malam.
Bertahan Hidup Bermodal Jerigen
Dalam kondisi kritis, Imam berusaha menyelamatkan diri dengan memanfaatkan jerigen kosong sebagai pelampung darurat. Ia terus memeluk jerigen tersebut agar tubuhnya tetap mengapung di tengah ganasnya ombak Laut Bali selama kurang lebih empat jam.
“Korban bertahan dengan memanfaatkan jerigen sebagai alat bantu apung selama kurang lebih empat jam,” jelas Ketua Tim Basarnas Trenggalek, Yoni Fariza.
Kru Kapal Tangkap Sinyal Darurat
Kapal pengangkut batubara SLM Josephine yang melintas di area tersebut melihat korban yang mengapung.
Kru segera mengangkat korban ke atas kapal dan memberikan pertolongan pertama. Nahkoda kemudian meminta izin untuk bersandar di pelabuhan terdekat karena kondisi korban membutuhkan penanganan medis lanjutan.
Evakuasi Terpadu di Pelabuhan Prigi
Basarnas Trenggalek langsung berkoordinasi dengan Syahbandar, TNI AL, Polairud, dan instansi terkait setelah menerima laporan. Tim gabungan kemudian menetapkan Pelabuhan Prigi sebagai titik evakuasi karena pertimbangan jarak dan fasilitas.
“Awalnya kami menangkap sinyal darurat sekitar pukul 21.00 WIB. Setelah kami berkomunikasi ternyata sebuah kapal batu bara baru saja melakukan penyelamatan nelayan. Kemudian mereka minta petunjuk lokasi evakuasi terdekat,” ujar Yoni.
Tim SAR gabungan selanjutnya menjemput korban di Teluk Prigi menggunakan perahu karet dan segera membawanya ke darat untuk mendapatkan perawatan medis.
“Kami langsung mengevakuasi korban ke darat begitu tiba di Teluk Prigi untuk penanganan lebih lanjut,” tambah Yoni.
Imbauan Waspada Cuaca Buruk
Peristiwa ini menjadi peringatan bagi nelayan yang melaut di perairan terbuka, khususnya wilayah Bali Selatan yang dikenal memiliki gelombang tinggi. Pihak berwenang mengimbau nelayan untuk selalu memantau prakiraan cuaca dan melengkapi diri dengan alat keselamatan.
Saat ini, Imam Junaedi menjalani perawatan intensif, sementara pihak keluarga di Situbondo telah menerima informasi terkait kondisi terbarunya. (CIA)
Views: 32
















