TRENGGALEK, bioztv.id – Momen hangat Hari Raya Idulfitri di Dusun Gebang, Desa Ngadirejo, Kecamatan Pogalan, berubah menjadi ketegangan luar biasa. Seekor King Cobra sepanjang 3 meter menyusup ke rumah warga pada Selasa (24/3/2026) pagi dan membuat penghuni rumah lari berhamburan.
Ular berbisa mematikan itu menyatroni rumah milik Asrofi. Predator tersebut sempat bersembunyi di area dapur lalu merayap ke ruang sempit penyimpanan barang, hingga akhirnya memicu kepanikan warga sekitar.
Respons Super Cepat: Berangkat dalam Satu Menit
Menyadari bahaya yang mengancam, pemilik rumah langsung mengirim laporan darurat melalui WhatsApp ke layanan Pemadam Kebakaran (Damkar) Trenggalek pada pukul 06.14 WIB, lengkap dengan foto ular yang diduga kuat sebagai King Cobra.
Komandan Regu 5 Damkar Trenggalek, Bondan Try Atmaja, menegaskan bahwa timnya bergerak sangat cepat.
“Begitu laporan masuk, kami langsung menyiapkan peralatan. Kurang dari satu menit, tim sudah berangkat menggunakan mobil operasional,” ungkap Bondan.
Tim Regu Wisanggeni I menempuh perjalanan selama 26 menit dan tiba di lokasi pada pukul 06.40 WIB untuk memulai operasi penyelamatan.
Menegangkan! Ular Melingkar di Kolong Meja
Setibanya di lokasi, petugas langsung menyisir setiap sudut rumah berdasarkan petunjuk pelapor. Mereka segera menemukan ular tersebut sedang melingkar di kolong meja di ruangan sempit yang dipenuhi tumpukan barang.
Bondan menegaskan bahwa ular ini memiliki risiko fatal bagi manusia.
“Ini jenis ular dengan tingkat bahaya tertinggi. Kehadirannya di tengah rumah saat aktivitas warga tinggi di momen Lebaran sangat berisiko,” jelasnya.
Sempat Agresif dan “Berdiri” Saat Diusir
Warga setempat mengungkapkan bahwa ular tersebut sudah terlihat sejak sehari sebelumnya di area tempat wudhu musala dekat rumah Asrofi. Saat itu, warga memilih membiarkannya dengan harapan ular kembali ke habitatnya.
Namun, keesokan harinya ular justru masuk ke dalam rumah. Pemilik rumah sempat mencoba mengusirnya menggunakan gagang sapu, tetapi tindakan itu memicu agresivitas sang kobra. Ular langsung berdiri tegak dan mengembangkan lehernya sebagai tanda siap menyerang.
Merasa terancam, keluarga Asrofi akhirnya memutuskan untuk memanggil bantuan profesional.
Evakuasi 10 Menit Tanpa Korban
Petugas menggunakan standar keselamatan tinggi dan alat pelindung diri (APD) lengkap untuk mendekati ular. Mereka juga melarang warga mendekat demi mencegah risiko.
Dalam waktu 10 menit, tim berhasil mengamankan ular tersebut menggunakan alat capit khusus.
“Proses berjalan lancar, tidak ada korban luka. Situasi kini aman dan terkendali. Ular sudah kami amankan ke markas,” tambah Bondan.
Petugas mengakhiri operasi pada pukul 07.15 WIB. Mereka memasukkan King Cobra ke dalam kotak khusus untuk penanganan lanjutan sebelum melepasliarkannya kembali ke habitat yang jauh dari permukiman.
Imbauan: Waspada Ular Masuk Rumah di Musim Hujan
Peristiwa ini menjadi peringatan bagi masyarakat untuk tetap waspada, terutama saat musim hujan. Kondisi lingkungan yang lembap sering mendorong satwa liar keluar dari sarangnya dan masuk ke permukiman.
Petugas mengimbau warga agar:
- Segera melapor jika menemukan hewan berbahaya
- Tidak mencoba menangani sendiri tanpa keahlian
- Menjaga lingkungan tetap bersih agar tidak menjadi tempat persembunyian ular
(CIA)
Views: 85
















