TRENGGALEK, bioztv.id – Pemerintah Kabupaten Trenggalek bersama aparat keamanan mematangkan pengamanan arus mudik dan balik Idul Fitri 2026. Sebanyak 750 personel gabungan kini bersiaga untuk menjaga kelancaran lalu lintas sekaligus memastikan kenyamanan masyarakat yang pulang kampung ke Trenggalek.
Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin, yang akrab disapa Mas Ipin, meminta para pemudik agar tidak ragu memanfaatkan layanan darurat jika menghadapi kendala selama perjalanan di wilayah Trenggalek.
“Jika terjadi kedaruratan apa pun, baik soal keamanan maupun keselamatan saat sudah masuk wilayah Kabupaten Trenggalek, langsung hubungi call center 110 atau 119,” tegas Mas Ipin.
Pemkab Petakan Jalan Rusak
Mas Ipin juga menginstruksikan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) untuk berkolaborasi dengan Satuan Lalu Lintas dalam memetakan ruas jalan yang kondisinya belum optimal.
Pemerintah daerah kemudian melakukan penanganan terbatas di sejumlah titik agar perjalanan pemudik lebih nyaman dan minim hambatan.
“Kami memetakan ruas jalan yang kondisinya belum optimal dan langsung melakukan penanganan terbatas agar perjalanan pemudik jauh lebih nyaman,” jelasnya.
Mas Ipin juga mengapresiasi kesiapan jajaran Polres Trenggalek dan Kodim 0806 Trenggalek yang telah menyusun skema pengamanan secara terukur.
Aparat Dirikan Pos Pengamanan
Aparat keamanan mendirikan tiga pos pengamanan (Pospam) dan satu pos pantau untuk memantau pergerakan kendaraan di sejumlah jalur strategis.
Pos tersebut meliputi:
- Pos Durenan untuk mengawasi jalur masuk dari arah Tulungagung menuju Trenggalek dan Ponorogo.
- Pos Widowati untuk mengamankan pusat kota dan kawasan keramaian.
- Pos Watulimo untuk menjaga kawasan wisata pantai.
- Pos Pantau Tugu untuk memantau jalur nasional Trenggalek–Ponorogo, terutama di titik bekas longsor Km 16.
“Kami memberikan perhatian khusus pada Km 16 jalur nasional Tugu karena sempat terdampak longsor. Petugas akan terus memantau kelancaran arus di sana,” kata Mas Ipin.
Polisi Fokus Empat Aktivitas Utama
Kapolres Trenggalek AKBP Ridwan Maliki menjelaskan bahwa Operasi Ketupat Semeru 2026 melibatkan total 750 personel gabungan, termasuk sekitar 200 personel dari unsur Polri.
Polres Trenggalek memfokuskan pengamanan pada empat aktivitas utama, yaitu:
- Arus mudik
- Arus balik
- Aktivitas wisata dan liburan
- Tradisi Kupatan di wilayah Durenan
“Secara statistik kondisi keamanan di Trenggalek relatif kondusif. Namun kami tetap mengantisipasi lonjakan wisatawan setelah Lebaran serta tradisi Kupatan di Durenan yang biasanya sangat ramai,” ujar AKBP Ridwan.
Tim Urai Kemacetan Siaga
Untuk mengantisipasi kemacetan, Satlantas Polres Trenggalek juga menyiagakan Tim Urai Kemacetan. Tim mobile ini akan bergerak cepat menuju titik-titik rawan kepadatan kendaraan.
Pada tahap awal, tim tersebut akan fokus di jalur nasional wilayah Kecamatan Tugu. Setelah puncak arus mudik berlalu, petugas akan bergeser ke arah selatan menuju kawasan wisata Watulimo guna mengantisipasi lonjakan kendaraan wisatawan.
Melalui persiapan ini, Pemkab Trenggalek bersama aparat keamanan berharap masyarakat dapat menjalani perjalanan mudik Lebaran 2026 dengan aman, lancar, dan nyaman.(CIA)
Views: 25
















